Pantau - Indonesia dan Korea Selatan membahas kemitraan strategis untuk memperkuat sistem sertifikasi halal, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendukung perdagangan produk halal yang semakin aman, terpercaya, dan berdaya saing global melalui pengembangan teknologi jaminan produk halal dan halal logistics berbasis digital.
Kerja sama tersebut melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Korea Agency of HACCP Accreditation and Services (KAHAS), Korea Halal Certification Center (KHCC), GL Halal Center (GLHAC), serta perwakilan industri Korea Selatan.
Penguatan Teknologi dan Halal LogisticsKepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa penguatan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.
Ia menjelaskan bahwa inovasi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas sistem sertifikasi halal sekaligus memastikan integritas produk halal sepanjang rantai pasok melalui pengembangan halal logistics.
Haikal mengungkapkan, "Kolaborasi di bidang teknologi merupakan hal yang sangat baik. Selain memanfaatkan inovasi digital, kita juga dapat memperluas kerja sama pada pengembangan halal logistics. Dengan demikian, jaminan kehalalan produk dapat terpelihara sejak proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi kepada konsumen."
Menurut Haikal, halal logistics merupakan salah satu aspek penting dalam ekosistem halal.
Ia menjelaskan bahwa halal logistics memastikan produk halal tetap terjaga dari potensi kontaminasi selama proses penyimpanan, pengangkutan, hingga distribusi.
Penguatan halal logistics dinilai semakin strategis seiring meningkatnya perdagangan produk halal lintas negara yang menuntut sistem pengawasan lebih efektif dan terdokumentasi.
SMART HACCP Dukung Keamanan Pangan dan Sistem HalalDirektur Korea Halal Certification Center (KHCC) Seo Yeon Beom memaparkan berbagai inovasi teknologi untuk mendukung sistem jaminan keamanan pangan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penerapan SMART HACCP sebagai sistem pengelolaan keamanan pangan berbasis teknologi digital.
Sistem SMART HACCP mampu melakukan analisis dan pengendalian Critical Control Point (CCP) secara lebih efektif.
Teknologi tersebut didukung sensor yang memungkinkan proses pemantauan berlangsung secara real time sehingga meningkatkan akurasi pengawasan dan jaminan keamanan pangan.
Seo menyatakan bahwa pendekatan SMART HACCP juga berpotensi mendukung implementasi halal logistics yang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam perdagangan produk halal global.
Ia mengatakan, "Konsep produk halal juga mencakup perlindungan konsumen. Halal berarti produk yang bersih, aman, dan dapat dipercaya."
Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan sistem pengawasan, serta pengembangan logistik halal yang mendukung perdagangan produk halal di pasar internasional.





Komentar (0)