Penguatan Transmigrasi di Indonesia Timur, Unhas Lepas Tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk Pendampingan Berkelanjutan

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi melepas 125 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026 yang akan bertugas di kawasan transmigrasi strategis di Indonesia Timur mulai 31 Juli hingga Desember 2026. Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat yang bertujuan memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui riset, kajian, dan pendampingan berkelanjutan sesuai karakteristik dan potensi lokal setiap wilayah.

Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Transmigrasi yang menghubungkan kapasitas perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan kawasan. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang hanya menghasilkan pendidikan dan riset, melainkan harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi persoalan nyata dan memberikan dampak pembangunan.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading yang menghasilkan pendidikan dan riset. Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi atas persoalan nyata, serta memberikan dampak bagi pembangunan kawasan,” jelas Prof. JJ saat melepas Tim Ekspedisi Patriot di Gedung Rektorat Unhas, Kamis (23/7).

Lebih lanjut, Prof. JJ menambahkan bahwa keterlibatan Unhas dalam program ini merupakan implementasi nyata visi Kampus Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, hasil riset, inovasi, dan keahlian akademik diharapkan mampu diterjemahkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemajuan kawasan transmigrasi.

Proses rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot dimulai sejak Juni 2026 dengan antusiasme tinggi, mencatat 1.182 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi mitra dan Unhas. Setelah melalui seleksi ketat, termasuk self-assessment dan wawancara daring, sebanyak 125 peserta akhirnya terpilih untuk mengabdi di wilayah transmigrasi seperti Weri-Saharey di Papua Barat, serta Muna, Kolaka, Konawe, Luwu Timur, dan Sidenreng Rappang di Sulawesi.

“Seleksi tidak hanya mengukur kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan bekerja dalam tim, memfasilitasi masyarakat, dan kapasitas mengimplementasikan program sesuai kebutuhan wilayah penugasan,” kata drg. Nursyamsi, M.Kes., mewakili Tim Pengelola Ekspedisi Patriot Unhas.

Pemerintah daerah lokasi penugasan menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak, Lud Masrur Kamudi, menyatakan kesiapan dan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan selama masa pengabdian.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan Program Patriot Transmigrasi selama para peserta berada di lapangan. Seluruh persiapan telah dilakukan, dan kami menantikan kedatangan Tim Ekspedisi Patriot dari Makassar untuk memulai kolaborasi dalam mengembangkan potensi kawasan transmigrasi serta menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” beber Lud Kamudi.

Kepala daerah berharap kehadiran tim dapat menjadi penguat dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas kawasan transmigrasi secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Dalam sambutannya, Prof. JJ mengingatkan bahwa menjadi seorang Patriot transmigrasi bukanlah hal mudah. Patriot harus memiliki kecintaan tulus kepada negeri, kerelaan berkorban, serta kesediaan hadir dan bekerja bersama masyarakat. Nilai-nilai ini menjadi bekal utama untuk membangun kepercayaan, menghormati kearifan lokal, dan memastikan program memberikan manfaat nyata.

“Saya berharap ketika masa penugasan berakhir, kepergian kalian semua dirasakan sebagai kehilangan karena telah diterima, dipercaya, dan dicintai oleh masyarakat tempat kalian mengabdi,” pungkas Prof. JJ.

Sebagai simbol dimulainya masa pengabdian, Rektor Unhas menyerahkan bendera secara simbolis kepada perwakilan Tim Ekspedisi Patriot 2026, menandai amanah bagi para Patriot untuk membawa semangat kolaborasi, integritas, dan pengabdian dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi melalui penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, Sejumlah Ruang Kerja Diperiksa
• 9 jam lalu
0
thumb
Purbaya Nilai Anggaran MBG Bisa Hemat Jika Siswa Keluarga Mampu Tak Lagi Terima
• 10 jam lalu
0
thumb
LSI: Popularitas dan Gaya Komunikasi KDM Jadi Faktor Kepuasan Publik Capai 95,4%
• 6 jam lalu
0
thumb
Tren Konser di Luar Negeri Meningkat, tiket.com Rekomendasikan Hotel Dekat Venue
• 2 jam lalu
0
thumb
Istana: Nanik Jadi Dewas Atas Permintaan Presiden, Akan Telaah Aturan Struktur
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.