Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak hanya dipengaruhi oleh capaian program pemerintah, tetapi juga faktor personalitas serta pola komunikasi yang dibangun dengan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Djayadi saat memaparkan hasil survei evaluasi publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Madhukara Meeting Room, eL Hotel, Kota Bandung, Kamis (23/7).
Menurut Djayadi, selain penilaian terhadap ekonomi, pemerintahan, dan berbagai program pemerintah, faktor figur menjadi salah satu alasan kuat mengapa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Dedi Mulyadi mencapai 95,4 persen.
"Saya kira itu juga berpengaruh. Selain faktor evaluasi ekonomi, evaluasi pemerintah secara umum, evaluasi terhadap berbagai program, tentu ada faktor personalitas, faktor figur," ujarnya.
Ia mengatakan Dedi Mulyadi merupakan salah satu kepala daerah dengan tingkat popularitas yang sangat tinggi di Jawa Barat. Hampir seluruh masyarakat mengenal sosok gubernur tersebut.
"Popularitasnya mencapai hampir 100 persen, artinya seluruh masyarakat Jawa Barat tahu dengan KDM," katanya.
Djayadi menilai gaya komunikasi Dedi Mulyadi yang sederhana dan dekat dengan masyarakat menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan gubernur dinilai memiliki sentuhan kemanusiaan dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
"Gaya komunikasinya dianggap sangat merakyat, punya sentuhan-sentuhan kemanusiaan terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari dari berbagai lapisan masyarakat," ujarnya.
Selain komunikasi langsung, penggunaan media sosial juga memberikan pengaruh besar terhadap persepsi publik. Berdasarkan hasil survei, sekitar 84 persen masyarakat Jawa Barat telah terhubung dengan internet dan mayoritas mengakses media sosial.
Djayadi menilai intensitas Dedi Mulyadi dalam menyampaikan informasi melalui media sosial membuat masyarakat lebih mudah mengetahui berbagai program pemerintah maupun aktivitas gubernur sehari-hari.
"Evaluasi positif masyarakat terhadap KDM juga dipengaruhi oleh informasi-informasi positif atau konten-konten positif yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi hampir setiap hari," katanya.
Ia menambahkan, kombinasi antara kinerja pemerintahan, popularitas, dan komunikasi publik yang efektif menjadi faktor yang menjaga tingkat kepuasan masyarakat tetap berada pada level yang sangat tinggi.
Metodologi SurveiAdapun survei ini digelar pada 2-9 Juli 2026. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 800 orang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdistribusi secara proporsional.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan (margin of error/MoE) sekitar ±3.5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.






Komentar (0)