BGN Diharapkan Percepat Pemerataan Layanan Gizi di Wilayah 3T hingga Papua Tengah

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan gizi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Nabire dan Papua Tengah, agar masyarakat memperoleh akses pelayanan gizi yang berkualitas.

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem mengatakan percepatan layanan gizi di wilayah 3T penting untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh pelayanan gizi.

Ia mengungkapkan, "Kami berharap wilayah 3T menjadi prioritas, sehingga tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap gizi yang baik."

Pembenahan Tata Kelola Jadi Harapan

Marsel menilai pemerataan layanan gizi merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Ia juga berharap kepemimpinan baru BGN dapat melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh agar kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat semakin meningkat.

Menurutnya, penguatan tata kelola, peningkatan efektivitas pelaksanaan program, serta pengawasan yang lebih baik diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Ia mengatakan, "Kami yakin kepemimpinan baru BGN mampu melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik dan manfaat program dapat dirasakan secara merata."

BGN Nabire Siap Dukung Program

BGN Nabire menyatakan siap mendukung seluruh kebijakan dan program BGN melalui sinergi dengan pemerintah daerah, mitra, serta para pemangku kepentingan.

Marsel mengungkapkan, "Kami siap bekerja, berkolaborasi, dan mengawal setiap kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi masyarakat."

BGN Nabire mencatat Program MBG di wilayahnya telah menjangkau 32.002 penerima manfaat selama Semester I 2026 yang terdiri atas 28.113 peserta didik serta 3.889 orang Kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pelaksanaan program tersebut didukung oleh 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Distrik Nabire, Nabire Barat, Teluk Kimi, dan Yaro.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AS Sepakat Bantu Arab Saudi untuk Pengayaan Nuklir Buat Pengembangan Reaktor
• 18 jam lalu
0
thumb
Rifat Sungkar: Melawan Arus Tidak Bisa Ditoleransi, Bahayakan Semua Pengguna Jalan
• 7 jam lalu
0
thumb
Direktorat PPA-PPO jawab kompleksitas kekerasan perempuan dan anak (1)
• 13 jam lalu
0
thumb
Tangani Konflik Papua, Kedepankan Dialog hingga Kebijakan Berbasis Data
• 6 jam lalu
0
thumb
Binaan BI Sulsel, OSP Farm Kembali Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.