Tangani Konflik Papua, Kedepankan Dialog hingga Kebijakan Berbasis Data

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Konflik di Papua semakin meluas meluas belakangan ini. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus melakukan aksi teror yang menyebakan banyak masyarakat menjadi korban.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Rasminto, mengatakan, Papua merupakan miniatur kompleksitas pembangunan nasional. Tantangan yang dihadapi juga berkaitan dengan kondisi geografis, keragaman budaya, kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga dinamika keamanan di sejumlah wilayah.

“Keberhasilan pembangunan Papua tidak ditentukan oleh kuatnya perdebatan politik, ujarnya dalam Diskusi Publik bertajuk "Papua dalam Problematika Pembangunan Nasional" yang diselenggarakan Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Graha MPSI, Jakarta, dikutip Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :
Tragis! 3 Warga Tewas Ditembak KKB di Yahukimo, 2 Korban Perempuan

“Melainkan kemampuan menghadirkan kebijakan yang berbasis data, sensitif terhadap karakteristik masyarakat, serta konsisten mengawal implementasi pembangunan di lapangan,”lanjutnya.

Papua kata dia, tidak bisa dibaca dengan satu kacamata. Persoalannya multidimensi sehingga penyelesaiannya juga harus komprehensif.

“Ketika kita hanya melihat dari satu sisi, maka kebijakan yang lahir berpotensi tidak menyentuh akar persoalan," kata Rasminto.

Baca Juga :
Anggota Satgas Damai Cartenz Brigadir Fredi Gugur Diduga Dianiaya KKB di Yahukimo 

Dia mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus menempatkan Papua sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional melalui pembangunan infrastruktur, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Arah kebijakan tersebut sudah berada pada jalur yang tepat karena berorientasi mengurangi kesenjangan pembangunan antara Papua dan wilayah lain di Indonesia", katanya.

Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh kebijakan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :
Cegah Teror KKB, Satgas Perkuat Pengamanan Objek Vital di Sugapa Papua

"Besarnya dana pembangunan, termasuk dana Otonomi Khusus, harus diukur dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat. Jika tata kelola, pengawasan, dan implementasinya belum optimal, maka besarnya anggaran tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan," ujarnya.

Menurut Rasminto, karakteristik Papua yang memiliki ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, dan wilayah adat menuntut pendekatan pembangunan yang adaptif. Kebijakan yang berhasil di satu daerah belum tentu efektif diterapkan di daerah lain.

"Pendekatan pembangunan di wilayah pesisir tentu berbeda dengan wilayah pegunungan atau pedalaman. Pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang berbasis kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan riil masyarakat agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga diterima secara sosial," katanya.

Baca Juga :
Jenderal Tempur Kopassus Pimpin Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar KKB

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gejolak Ekonomi Global, 4.400 Buruh Jawa Timur Berpotensi Kena PHK
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo Berkemeja Putih dan Gibran Berbatik Hadiri Harlah Ke-28 PKB
• 9 menit lalu
0
thumb
Sidang Putusan Sela, Dokter Tifa: Kalau Ditolak Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran!
• 9 jam lalu
0
thumb
Audi Siapkan SUV Premium Baru untuk Debut di GIIAS 2026
• 13 jam lalu
0
thumb
Buah yang Membantu Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.