Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berharap Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat rampung pada pekan ini sebagai dasar operasional program tersebut.
Dia mengatakan penyusunan perpres saat ini tengah diinisiasi oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Desa Yandri Susanto.
"Mengenai tata kelola dan sebagainya kita akan menyelesaikan Perpres diinisiasi oleh Pak Ferry dan Pak Yandri. Mudah-mudahan minggu ini kita kelar ya," kata pria yang akrab disapa Zulhas tersebut dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Baca juga: Prabowo minta kementerian hingga TNI-Polri dukung Kopdes Merah Putih
Diketahui, Zulhas bersama sejumlah menteri terkait mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas KDMP, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis Siang.
Zulhas mengatakan Presiden Prabowo menginstruksikan agar Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, dan Koperasi Nelayan Merah Putih harus didukung oleh seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.
Menurut dia, koperasi tersebut akan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah sekaligus menjadi off-taker. Seluruh barang bersubsidi dan bantuan pemerintah nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih.
"Bansos, bantuan pemerintah, semua nanti melalui Kopdes. Terpusat di Kopdes," kata dia.
Pemerintah menargetkan sekitar 25.000 Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus-September 2026. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 35.862 unit pada akhir tahun.
Baca juga: Zulhas pastikan penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih
Zulkifli mengatakan setelah Oktober seluruh aspek penyelenggaraan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan sudah berjalan dengan jelas sehingga manfaatnya mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
"Persiapan ini agar bisa berjalan dengan baik, sukses, sehingga kita harapkan setelah Oktober semua mengenai Kopdes jelas, terang, dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, ia mengatakan pemerintah tengah mempercepat aturan operasional pelaksanaan KDMP melalui Peraturan Presiden (Perpres) untuk melengkapi payung hukum sebagai infrastruktur pemerintah.
"Dikasih target satu bulan ini selesai, sehingga yang lain-lainnya bisa kita kerjakan dengan baik,” kata Zulhas dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Senin (20/7).
Ia mengatakan Kopdes adalah infrastruktur pemerintah yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial dan barang bersubsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih, termasuk saat ada operasi pasar di desa dan kelurahan.
Baca juga: Ratas di Istana putuskan KDKMP offtaker panen petani, penyalur bansos
Dia mengatakan penyusunan perpres saat ini tengah diinisiasi oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Desa Yandri Susanto.
"Mengenai tata kelola dan sebagainya kita akan menyelesaikan Perpres diinisiasi oleh Pak Ferry dan Pak Yandri. Mudah-mudahan minggu ini kita kelar ya," kata pria yang akrab disapa Zulhas tersebut dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Baca juga: Prabowo minta kementerian hingga TNI-Polri dukung Kopdes Merah Putih
Diketahui, Zulhas bersama sejumlah menteri terkait mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas KDMP, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis Siang.
Zulhas mengatakan Presiden Prabowo menginstruksikan agar Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, dan Koperasi Nelayan Merah Putih harus didukung oleh seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.
Menurut dia, koperasi tersebut akan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah sekaligus menjadi off-taker. Seluruh barang bersubsidi dan bantuan pemerintah nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih.
"Bansos, bantuan pemerintah, semua nanti melalui Kopdes. Terpusat di Kopdes," kata dia.
Pemerintah menargetkan sekitar 25.000 Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus-September 2026. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 35.862 unit pada akhir tahun.
Baca juga: Zulhas pastikan penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih
Zulkifli mengatakan setelah Oktober seluruh aspek penyelenggaraan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan sudah berjalan dengan jelas sehingga manfaatnya mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
"Persiapan ini agar bisa berjalan dengan baik, sukses, sehingga kita harapkan setelah Oktober semua mengenai Kopdes jelas, terang, dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, ia mengatakan pemerintah tengah mempercepat aturan operasional pelaksanaan KDMP melalui Peraturan Presiden (Perpres) untuk melengkapi payung hukum sebagai infrastruktur pemerintah.
"Dikasih target satu bulan ini selesai, sehingga yang lain-lainnya bisa kita kerjakan dengan baik,” kata Zulhas dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Senin (20/7).
Ia mengatakan Kopdes adalah infrastruktur pemerintah yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial dan barang bersubsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih, termasuk saat ada operasi pasar di desa dan kelurahan.
Baca juga: Ratas di Istana putuskan KDKMP offtaker panen petani, penyalur bansos






Komentar (0)