Hari Anak Nasional, 500 Anak Belajar Jaga Warisan Budaya di Prambanan

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 500 pelajar dari 27 SMP di Kapanewon Prambanan, Kalasan, dan Berbah, Sleman, memeringati Hari Anak Nasional 2026 dengan mengenal sekaligus belajar menjaga warisan budaya di kawasan Candi Prambanan, Rabu (22/7). Berbagai aktivitas disiapkan, mulai dari permainan tradisional, mengenal aksara Jawa, mempelajari sejarah candi, hingga berkeliling kawasan Candi Prambanan.

Suara otok-otok yang dibunyikan serentak di bawah rindangnya Pohon Munggur, Taman Garuda, menjadi pembuka kegiatan yang digelar InJourney bersama PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko.

Selama sehari, para pelajar mengikuti permainan menerjemahkan paribasan ke dalam aksara Jawa, mengenal nama-nama candi di kawasan Prambanan, workshop sejarah Candi Prambanan, membuat eco print pada tote bag, hingga berkeliling melihat candi dari dekat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mereka diajak mengenal kekayaan budaya sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya yang ada di sekitar mereka.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Pada kesempatan yang sama, penyelenggara menyerahkan bantuan alat tulis dan peralatan kesenian kepada SMP Negeri 2 Prambanan, SMP Negeri 2 Berbah, dan SMP Negeri 3 Kalasan untuk mendukung pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler seni budaya.

Direktur SDM & Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus upaya mengenalkan warisan budaya kepada anak-anak sejak dini.

"Program-program seperti ini memberikan perhatian lebih pada anak-anak Indonesia apalagi pas bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Semoga anak-anak yang kita cintai, yang kita banggakan itu kita bekali yang sudah kita bekali dengan baik bisa melahirkan generasi-generasi yang unggul buat Indonesia," kata Herdy saat ditemui Pandangan Jogja di Taman Garuda, Rabu (22/7).

Bagi para peserta, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman baru. Simfoni, siswi SMP Negeri 1 Kalasan, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momen ketika anak-anak merasa mendapat ruang untuk menyampaikan pendapat.

"Kalau aku sendiri eh di peringatan Hari Anak Nasional ini kita sebagai anak Indonesia diapresiasi, dihargai karena sebagai manusia juga di negara ini, sebagai warga negara walaupun kita belum dewasa mungkin secara umur tapi kita tetap memiliki hak untuk berbicara, gitu," ujar Simfoni.

Selain itu, sejumlah peserta mengaku baru pertama kali mencoba membuat eco print, bertemu teman baru dari sekolah lain, hingga kembali mengunjungi kawasan Candi Prambanan setelah bertahun-tahun.

Melalui kegiatan ini, InJourney juga menyalurkan bantuan kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan Prambanan yang memiliki komitmen mengembangkan seni dan budaya lokal. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler seni budaya agar menjadi ruang belajar bagi anak-anak dalam mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saat Panggung Fashion Menjadi Ruang yang Setara
• 5 jam lalu
0
thumb
Bitcoin Tertahan di USD66 Ribu, Pasar Cermati Regulasi Kripto AS
• 11 jam lalu
0
thumb
DPR dorong peningkatan kapasitas pelatihan BPVP Banda Aceh
• 22 jam lalu
0
thumb
Kepala Bakom RI Datang ke Banyuwangi, Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih
• 8 jam lalu
0
thumb
4,15 Juta Warga Indonesia Terpapar Narkotika, Usia 15-24 Tahun Paling Rentan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.