Sayembara Dedi Mulyadi untuk Tangkap Begal di Jabar Dinilai Bukan Solusi

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS-Sayembara berhadiah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagi warga yang menangkap pelaku begal menuai kritik. Langkah itu dinilai bukan solusi efektif karena berpotensi menimbulkan persoalan dalam penegakan hukum.

"Kami siapkan hadiah bagi yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," kata Dedi seperti dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (23/7/2026).

Pernyataan Dedi mengacu pada ramainya pembicaraan warganet tentang kasus begal di sejumlah wilayah Jabar. Di Kota Bandung, misalnya, terjadi 15 kasus begal dalam tiga pekan terakhir.

Dedi mengatakan, meski sudah berkoordinasi dengan polisi untuk mengatasi masalah begal ini, ia tetap membuka peluang bagi warga untuk ikut menangkap begal. Dia beralasan semua pihak harus bersinergi dan bersiaga demi menjaga Jabar tetap aman.

Menanggapi niatan itu, Guru Besar Hukum di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Sugianto mengatakan, sayembara dengan imbalan sejumlah uang bukan solusi efektif mengatasi kasus kriminal.

Hal itu, kata dia, rentan memicu kerancuan penengakan hukum di masyarakat. Dia mencontohkan, bila dilakukan tanpa koordinasi dengan aparat, masyarakat sipil berpotensi kesulitan memetakan siapa pelaku kejahatan.

”Menurut saya hal ini tidak mendidik. Seharusnya gubernur bersinergi dengan kepolisian untuk mencari solusi efektif menekan kejahatan,” katanya.

Ketimbang sayembara, Sugianto berharap Pemprov Jabar fokus menyelesaikan masalah ekonomi untuk meminimalkan kasus kejahatan. Menurut Sugianto, tekanan ekonomi dapat menjadi satu dari banyak faktor yang mendorong sebagian orang melakukan tindak kriminal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jabar, sebanyak 1,77 juta orang di provinsi itu masih menganggur hingga November 2025. Adapun persentase penduduk miskin di Jabar mencapai 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa.

Selain itu, sepanjang tahun 2025, data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 18.815 buruh di Jabar mendapatkan PHK. Sementara pada Januari hingga Mei tahun 2026, sebanyak 5.044 buruh di Jabar yang kena PHK.

"Pemerintah harus hadir dalam mengatasi berbagai problem tersebut yang saat ini terjadi di masyarakat," kata Sugianto.

Temuan Kompas di lapangan menunjukkan bahwa salah satu tersangka begal yang ditangkap Polrestabes Bandung mengaku melakukan aksinya karena alasan ekonomi.

Dalam wawancara dengan Kompas seusai konferensi pers di Markas Polrestabes Bandung pada Selasa (21/7/2026), seorang dari 19 tersangka begal mengaku nekat melakukan aksinya karena tidak memiliki biaya untuk pemeriksaan USG istrinya yang sedang hamil.

Baca JugaTeror Begal Bersamurai di Bandung Lukai Warga, Dua Pelaku Dibekuk

Di sisi lain, kepolisian tetap bakal memperkuat penegakan hukum melalui patroli dan penindakan terhadap pelaku begal. Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Pipit Rismanyo menyatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan terukur bagi pelaku begal yang beraksi di Jabar.

"Kami akan menerjunkan tim gabungan yang rutin melaksanakan patroli setiap hari. Kamera pemantau (CCTV) di setiap ruas jalan akan diaktifkan," tegasnya.

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Dedi Supriyadi memaparkan, sejauh ini sudah menangkap 19 pelaku begal dari 15 kasus dalam tiga pekan terakhir. Sembilan kasus diantaranya adalah pencurian kendaraan bermotor dan enam kasus lainnya adalah pencurian dengan kekerasan.

"Semua pelaku membawa senjata tajam saat beraksi. Barang buktinya 11 sepeda motor, " kata Dedi.

Baca JugaTeror Moncong Senjata di Jalan Dago


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TikToker Mondy Tatto Tersangka Pengeroyokan Terancam 4 Tahun Penjara
• 4 jam lalu
0
thumb
Vietnam Andalkan 4 Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2026, Trio Brasil Siap Mengancam Timnas Indonesia
• 16 jam lalu
0
thumb
Terinspirasi Keluarga Lamine Yamal, HNW Semangati Penerima PKH untuk Sukses
• 12 jam lalu
0
thumb
Hari Anak Nasional 2026, Wadirnas LPKS BKPRMI Murniati Ajak Perkuat Perlindungan Anak
• 16 jam lalu
0
thumb
Dirut Agrinas soal Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T: Kalau Ramai, Nanti Saya Jelasin
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.