Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Kash Patel, di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7). Pertemuan ini berfokus pada penguatan kerja sama strategis dalam menanggulangi kejahatan transnasional yang semakin kompleks.
Sejumlah isu prioritas dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut, mulai dari perburuan buronan Red Notice Interpol, penanganan jaringan scam compounds, kejahatan siber, terorisme, hingga antisipasi peredaran narkotika jenis fentanyl.
Kejar Buronan Indosurya dan WanaarthaSalah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan penanganan buronan lintas negara melalui mekanisme Interpol Red Notice. Kapolri secara khusus mengharapkan dukungan FBI dan otoritas Amerika Serikat terkait koordinasi penanganan buronan kasus penipuan dan penggelapan investasi kakap di Indonesia.
Di sisi lain, Polri juga menegaskan komitmennya dalam mendukung koordinasi dan proses hukum bagi warga negara Amerika Serikat yang terjerat perkara hukum di Indonesia.
Berantas Cyber Fraud dan Ancaman FentanylSelain masalah buronan, Polri dan FBI memberikan perhatian serius terhadap maraknya jaringan penipuan daring terorganisasi (scam compounds dan cyber-enabled fraud). Berbagai modus kejahatan digital yang disorot antara lain pig butchering, love scam, Business Email Compromise (BEC), phishing, ransomware, hingga penyalahgunaan aset kripto.
Kedua belah pihak juga memetakan langkah pencegahan dini terhadap rantai pasok bahan kimia prekursor dan peredaran gelap fentanyl. Meski ancaman fentanyl belum berkembang luas di kawasan Asia, Polri berkomitmen meningkatkan pengawasan, deteksi laboratorium, dan intelijen bersama FBI untuk membendung jalur distribusinya.
"Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang, seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum," ujar Sigit.
Penguatan Kapasitas dan Pertukaran IntelijenKerja sama Polri dan FBI sendiri telah memiliki landasan kuat melalui Letter of Intent yang diperpanjang hingga tahun 2029. Hingga saat ini, sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas dan pelatihan bersama FBI, termasuk di FBI Academy.
Dalam kesempatan itu, Direktur FBI Kash Patel menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang terjalin erat dengan Polri. Ia menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kolaborasi operasional dan pertukaran intelijen secara konkret dan berkelanjutan.
Pertemuan hangat tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, di antaranya Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan, Kadensus 88 AT Irjen Sentot Prasetyo, Wakabareskrim Irjen Nunung Syaifuddin, serta para Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri. Di akhir audiensi, Kapolri menyerahkan cenderamata berupa Pedang Pati dan miniatur Candi Borobudur kepada Direktur FBI.






Komentar (0)