Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran, kembali menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.
Ghalibaf secara terang-terangan memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa tidak akan ada negara di kawasan Timur Tengah yang dapat menjual minyak, jika Iran dihalangi untuk melakukannya.
Dia juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang aman di kawasan, jika keamanan Teheran tidak terjamin.
Dalam pernyataan terbaru via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Kamis (23/7/2026), Ghalibaf mengatakan bahwa konflik ini telah menjadi situasi "all or nothing", yang berarti "semuanya atau tidak sama sekali".
"Persamaan dalam perang ini sudah jelas: semuanya atau tidak sama sekali!" kata Ghalibaf dalam pernyataannya.
"Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak akan ada pihak lain yang akan menjual minyak," ucap Ghalibaf dengan nada memperingatkan.
Ghalibaf, dalam pernyataannya, juga memperingatkan jika keamanan Iran tidak terjamin, maka "tidak ada infrastruktur yang akan tetap aman".
"Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak akan ada infrastruktur yang aman, dan selat tersebut hanya akan aman jika tidak ada kehadiran pasukan Amerika," ujarnya, merujuk pada Selat Hormuz.
(nvc/idh)






Komentar (0)