JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui analisis perkembangan Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Maluku Utara.
Berdasarkan analisis terkini, Kamis (23/7/2026), peluang sistem tersebut untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 jam ke depan meningkat menjadi kategori Tinggi.
Pergerakan Bibit Siklon Tropis 92W ke arah barat laut memicu dampak tidak langsung berupa potensi hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia bagian utara dan timur.
Bibit Siklon Tropis 92W sebelumnya terbentuk di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta sejak Selasa (21/7/2026) pukul 01.00 WIB.
Baca Juga: Daftar Wilayah yang Masuk Puncak Musim Kemarau Agustus 2026 Menurut Prediksi BMKG
Sistem ini saat ini berada di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara.
BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 92W memiliki peluang Tinggi untuk menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 jam ke depan dan diprakirakan terus bergerak ke arah barat laut.
Dampak Tidak Langsung di Wilayah IndonesiaMeskipun pusat sistem berada di luar wilayah Indonesia, pergerakan Bibit Siklon Tropis 92W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan nasional, meliputi:
- Potensi Hujan: Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Utara.
- Potensi Angin Kencang: Angin kencang berpotensi melanda tiga wilayah, yaitu Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bibit siklon tropis 92w
- bmkg
- cuaca ekstrem
- gelombang tinggi
- angin kencang
- info bmkg





Komentar (0)