BNN Ungkap Temuan Narkoba Jenis Baru: Mephedrone Asal Rusia

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengungkap penemuan narkotika jenis baru asal Rusia yang sudah masuk ke Indonesia. Narkoba golongan I tersebut bernama Mephedrone yang dibawa masuk ke Indonesia dari Rusia.

Pengungkapan Mephedrone ini pertama kali dilakukan BNN saat membongkar clandestine lab di kawasan Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.

"Pembongkaran clandestine lab di Gianyar Bali yang melibatkan warga negara Rusia dan berhasil menyita narkotika Golongan I Mephedrone pada total berat bruto 7,8 kilogram atau 7.894 gram, prekursor padat 2,6 kilogram atau 2.800 gram, dan cairan 219,7 kilogram atau 219.780 mililiter," ujar Suyudi dalam sambutannya saat pemusnahan barang bukti narkoba di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Mephedrone adalah narkotika sintetis jenis stimulan yang termasuk dalam kelompok katinon sintetis (synthetic cathinones). Zat ini sering dikenal dengan nama jalan seperti "meow meow", "4-MMC", atau "MCAT".

Mephedrone bekerja dengan meningkatkan kadar dopamin, serotonin, dan norepinefrin di otak, sehingga dapat menimbulkan efek euforia, energi meningkat, rasa percaya diri berlebih, dan peningkatan gairah. Namun, penggunaannya juga dapat memicu efek samping berbahaya seperti jantung berdebar, tekanan darah meningkat, kecemasan, paranoia, halusinasi, kejang, hingga risiko kematian akibat overdosis.

Di Indonesia, mephedrone termasuk zat yang dilarang dan digolongkan sebagai narkotika, sehingga peredaran maupun penggunaannya tanpa izin merupakan tindak pidana. Zat ini sering dijual dalam bentuk bubuk atau kristal dan dikonsumsi dengan cara ditelan, dihirup, maupun disuntikkan.

Penemuan narkoba jenis baru ini, kata Suyudi, menunjukkan semakin kompleksnya ancaman narkotika sintetis di dalam negeri.

Namun untuk memberantas peredaran narkoba jenis baru ini, harus melibatkan koordinasi dengan Rusia untuk memantau keluar-masuknya Mephedrone tersebut, termasuk melacak jaringan pengedarnya.

"Tapi tetap kita perlu kerja sama dengan Rusia untuk memantau orang Rusia, Pak Menko. Kami terus untuk bisa menggali dan mengungkap jaringan internasional yang sedang kita buru ada di Rusia," kata Suyudi.

Hari ini BNN memamerkan tumpukan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah kasus tindak pidana narkotika. Usai dipamerkan, barang-barang ini akan segera dimusnahkan menggunakan insinerator.

Dari pantauan di lokasi, barang bukti itu disusun sedemikian rupa di lokasi. Sehingga, tumpukan itu mencapai setinggi lebih dari 1,5 meter dan nyaris memenuhi ruangan. BNN menyebut, barang bukti narkoba itu seberat 3,37 ton.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Urai Macet Cakung, Pramono Gratiskan Parkir Kontainer Kosong di Tanah Merdeka
• 4 jam lalu
0
thumb
Kasus Eks Jampidsus: Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Khusus TPPU, Panggil 4 Saksi
• 7 jam lalu
0
thumb
IHSG Turun ke 6.334, Saham Indeks LQ45 AMMN, CUAN, UNTR Lesu
• 13 jam lalu
0
thumb
Mungil, Lucu dan Super Irit ala Changan Lumin
• 19 jam lalu
0
thumb
Hadir di Pameran FHI 2026, 12 UMKM Binaan Pertamina Siap Tembus Pasar Global
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.