Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggratiskan parkir kontainer kosong di Terminal Tanah Merdeka, Jakarta Timur, hingga 5 Agustus 2026. Kebijakan itu diambil untuk mengurai kemacetan parah di ruas Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing yang dipicu antrean truk kontainer.
Pramono telah menginstruksikan Kadishub DKI Budi Awaluddin agar kontainer kosong tak lagi diparkir di badan jalan. Dia mengatakan, sebagai gantinya, seluruh kontainer akan diarahkan masuk ke Terminal Tanah Merdeka yang difungsikan sebagai buffer zone.
"Saya sudah memutuskan kepada Kepala Dinas Perhubungan, Pak Budi, kemarin semalam saya sudah telepon dan saya memutuskan untuk peti kosong yang ada itu kita minta untuk parkirnya tidak di jalanan. Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa," kata Pramono di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).
Pramono mengatakan Terminal Tanah Merdeka memiliki kapasitas menampung lebih dari 200 kontainer kosong. Pemprov DKI akan memberikan diskresi berupa pembebasan tarif parkir sementara.
"Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone. Dan karena ini rata-rata adalah kontainer kosong, mereka kan nggak mau bayar distribusi. Maka untuk itu dari tanggal 22 Juli sampai 5 Agustus Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif supaya nggak parkir di sepanjang jalan," ujarnya.
Pramono menjelaskan kemacetan yang terjadi akibat ketidakseimbangan arus kontainer impor dan kontainer kosong untuk ekspor. Akibatnya, banyak kontainer kosong menumpuk dan di parkir sepanjang jalan.
"Jadi sekali lagi kami meminta kepada siapa pun yang mempunyai aktivitas itu, silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh Gubernur untuk parkirnya di Tanah Merdeka yang mampu menampung lebih dari 200 kontainer," imbuhnya.
(bel/amw)






Komentar (0)