Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.914, tapi Konflik AS-Iran Bayangi Pergerakan Nilai Tukar

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Petugas perbankan menunjukan uang pecahan Rupiah dan dolar AS. (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/aa)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi. Mata uang Garuda naik 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.914 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.917 per dolar AS.

Kendati dibuka di zona hijau, pergerakan rupiah diperkirakan cenderung melemah sepanjang perdagangan hari ini. 

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Berada di Level Rp17.917 Per Dolar AS

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor penekan rupiah, seiring kembali naiknya harga minyak dunia.

Namun demikian, Lukman memperkirakan potensi pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam. Kondisi ini didukung oleh sentimen domestik yang mulai membaik setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran di pasar keuangan global. 

Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. 

Potensi gangguan terhadap jalur distribusi dan pasokan energi global menjadi perhatian pasar dan memberikan tekanan eksternal terhadap nilai tukar rupiah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah harga minyak yang kembali naik oleh tensi geopolitik di Timteng," ujar Lukman dikutip dari Antara.

BI Jadi Penopang Rupiah

Di tengah tekanan eksternal, kebijakan Bank Indonesia menjadi salah satu faktor penopang nilai tukar rupiah. Pada RDG periode Juli 2026, BI memilih mempertahankan BI-Rate dan memperkuat kebijakan berbasis insentif untuk mendorong arus masuk investasi portofolio asing.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan BI-Rate

Langkah tersebut diwujudkan melalui sejumlah kebijakan insentif, di antaranya:

  • Kenaikan insentif swap jual lindung nilai dari 10 persen menjadi 12,5 persen.
  • Perluasan insentif Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) jual lindung nilai sebesar 15 persen.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • Rupiah
  • nilai tukar rupiah
  • dolar AS
  • konflik AS Iran
  • harga minyak dunia
  • Bank Indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Meski Sudah Minta Maaf ke Wartawan, Hotman Paris Dinilai Masih Bisa Diproses Hukum! Ini Alasannya
• 12 jam lalu
0
thumb
Alasan Sakit, Febrie Adriansyah Absen Panggilan Tim 9 soal Dugaan TPPU
• 7 jam lalu
0
thumb
Istana Benarkan Prabowo Minta Nanik S Deyang Jadi Dewan Pengawas BGN
• 2 jam lalu
0
thumb
Persebaya Digembleng Jelang Piala Presiden, Coach Tavares Semprot Pemain yang ‘Suka Sembunyi’
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemkot Jaktim Tertibkan Pedagang di Bahu Jalan Pasar Ciracas
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.