Surabaya (beritajatim.com) – Hitung mundur bergulirnya turnamen pramusim gengsi Piala Presiden membuat jajaran pelatih klub-klub peserta harus memutar otak lebih keras. Persiapan fisik maupun taktik digenjot habis-habisan guna memastikan kesiapan skuad saat mengarungi ketatnya kompetisi.
Meskipun baru berkumpul dan berlatih bersama selama dua minggu, laga uji coba perdana yang dilakoni tim memberikan gambaran jelas mengenai peta kekuatan serta hal-hal yang wajib segera dibenahi sebelum laga resmi dimulai.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan usai menyoroti performa anak asuhnya di lapangan.
Soroti Pemain Sembunyi dan Improvisasi Tanpa Koordinasi
Salah satu poin krusial yang menjadi catatan tajam juru taktik tersebut adalah keterbukaan opsi umpan saat menguasai bola. Ia meminta para pemain untuk lebih aktif bergerak dan tidak hanya berdiri pasif di balik pengawalan ketat pemain lawan.
“Kami perlu memberikan lebih banyak solusi untuk pemain yang membawa bola, tidak bersembunyi di belakang pemain lawan. Hal ini yang perlu segera kami perbaiki,” ujar Tavares pada Rabu (22/7/2026).
Tavares menilai skema permainan sejatinya berjalan sangat baik ketika para pemain disiplin menerapkan taktik hasil latihan. Masalah justru timbul saat ada pemain yang memilih bermain di luar skema kesepakatan.
Ketiadaan pemahaman antar pemain saat melakukan aksi improvisasi tanpa koordinasi kerap memicu kehilangan bola mendadak, yang akhirnya langsung dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol balasan.
Masalah Stamina dan Komitmen Pengorbitan Talenta Lokal
Faktor kebugaran fisik turut menjadi perhatian serius tim pelatih. Menghadapi jadwal kompetisi yang bakal padat, penurunan stamina terlihat jelas pada pemain yang tampil lebih dari 60 menit, yang berujung pada menurunnya kualitas pengambilan keputusan di atas lapangan.
Di luar catatan evaluasi teknis, komitmen kuat ditunjukkan dalam memberi kesempatan kepada talenta muda daerah. Pada laga uji coba tersebut, empat pemain asli Surabaya dipercaya turun sejak menit awal sebagai starter.
“Penting untuk menunjukkan bahwa jika pemain lokal layak, mereka akan bermain. Saya tidak punya rasa takut untuk itu,” tegasnya.
Dengan waktu persiapan yang kian mepet menuju helatan Piala Presiden, peningkatan kualitas taktik, kondisi fisik, serta pemahaman antarpemain menjadi fokus utama yang akan terus digembleng dalam sesi latihan selanjutnya. [way/ian]





Komentar (0)