Jakarta: Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian setelah dirinya dipercaya memimpin lembaga tersebut menggantikan Nanik S Deyang.
Mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu mengatakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan serta menciptakan pasar yang besar bagi petani, peternak, dan nelayan.
Baca juga: Profil Sudaryono, Kepala BGN Pengganti Nanik S. Deyang, Pernah Pendidikan Militer di JepangSudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan keterkaitan Kementerian Pertanian dengan program MBG telah terbangun sejak awal karena sektor pertanian menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan pangan. Karena itu, pemerintah akan terus memastikan produksi pangan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan program tersebut.
"Kalau dari sisi pertanian kan kita juga adalah pihak yang sangat berkepentingan dalam MBG ini, bagaimana rantai pasok, kemudian bagaimana ini juga berefek kepada petani-petani kita, peternak-peternak kita, nelayan-nelayan kita. Kita memastikan termasuk kalau ada harga telur, harga ayam, efek terhadap MBG," kata Sudaryono saat dikutip dari Infopublik.
Menurut Sudaryono, kebutuhan pangan yang besar dalam program MBG menjadi peluang bagi sektor pertanian untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar hasil pertanian, khususnya komoditas protein hewani.
"Program MBG ini seperti Pac-Man, dia emerging market. Dia punya besaran konsumsi yang cukup besar. Tentu saja kita sudah antisipasi. Salah satunya bagaimana defisit telur dan ayam, terutama di daerah luar Jawa, direspons dengan rencana investasi Danantara yang juga melibatkan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan," ujarnya.
Ia menilai meningkatnya permintaan pangan dari program MBG juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika sebagian hasil produksi tidak terserap secara optimal.
"Kementan dan petani ini orang yang happy, karena dulu kita sering lihat ada mandi susu, ada orang buang-buang wortel. Saat ini alhamdulillah itu tidak terjadi," katanya.
Usai ditunjuk sebagai Ketua BGN, Sudaryono menyatakan siap menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan program MBG telah dipersiapkan sejak lama dan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
"Program MBG ini adalah program prioritas Presiden yang dibahas jauh sebelum kampanye, kemudian menjadi materi kampanye, dan setelah beliau dilantik menjadi Presiden langsung dilaksanakan. Jadi kalau ditanya ke saya, saya tahu persis," ungkapnya.
Sudaryono menambahkan pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dan menyelesaikan berbagai kendala yang muncul agar manfaat program semakin dirasakan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pertanian nasional.
"Kalau memang ada satu-dua permasalahan, kita bereskan. Fokusnya adalah menyelesaikan persoalan karena tugas pemerintah adalah mencari solusi yang berdampak baik bagi seluruh masyarakat, bangsa, dan negara," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda






Komentar (0)