Rumor Penahanan Presiden AFA Menggema usai Final Piala Dunia, Federasi Argentina Ungkap Fakta Sebenarnya

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) membantah keras laporan yang menyebut Presiden AFA Claudio Tapia dan Bendahara Pablo Toviggino sempat ditahan otoritas Amerika Serikat setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
 
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (23/7), AFA menegaskan seluruh pemberitaan mengenai penahanan kedua petingginya di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York, adalah tidak benar.
 
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan Tapia dan Toviggino diperiksa oleh otoritas AS sebelum menaiki pesawat yang membawa skuad Timnas Argentina pulang usai kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

Laporan tersebut juga menyebut perangkat elektronik milik keduanya sempat disita dan mereka dipanggil untuk menghadiri sidang terkait kontrak internasional yang dimiliki AFA.
 
Namun, AFA membantah seluruh tuduhan tersebut.
 
"Semua itu bohong," demikian pernyataan sumber internal AFA kepada AFP.
 
Sementara itu, FBI menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut. Akui Ada Penyelidikan terhadap Pihak Ketiga Meski membantah adanya penahanan terhadap Tapia maupun Toviggino, AFA mengakui bahwa memang terdapat proses hukum di Amerika Serikat yang melibatkan pihak ketiga yang memiliki hubungan dengan federasi.
 
Menurut AFA, Pengadilan Distrik Florida telah mengeluarkan surat panggilan kepada individu tersebut untuk hadir di hadapan dewan juri (grand jury).
 

Baca Juga :

10 Rekor yang Pecah di Piala Dunia 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Pihak yang dipanggil juga diminta menyerahkan dokumen maupun komunikasi yang berkaitan dengan sejumlah individu, termasuk beberapa pejabat AFA.
 
Namun, federasi menegaskan proses tersebut bukan ditujukan kepada Claudio Tapia maupun Pablo Toviggino, sehingga kabar mengenai penahanan keduanya dinilai tidak berdasar. AFA Masih Hadapi Sejumlah Kasus di Argentina Di luar penyelidikan yang berkembang di Amerika Serikat, AFA sendiri diketahui tengah menghadapi sejumlah proses hukum di Argentina.
 
Salah satunya berkaitan dengan dugaan pencucian uang, sementara penyelidikan lainnya menyangkut dugaan penghindaran pajak.
 
Claudio Tapia, yang memimpin AFA sejak 2017, juga beberapa kali terlibat perbedaan pandangan dengan pemerintahan Presiden Argentina Javier Milei.
 
Hubungan keduanya memanas setelah Tapia secara terbuka menolak rencana pemerintahan Milei yang ingin membuka jalan bagi privatisasi klub-klub sepak bola di Argentina.
 
Di bawah kepemimpinan Tapia, Argentina meraih berbagai prestasi internasional, termasuk menjuarai Piala Dunia 2022. Namun pada Piala Dunia 2026, La Albiceleste harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada laga final di New Jersey.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadi Kepala BGN, Sudaryono Wanti-wanti Pihak yang Ingin Jual Namanya
• 21 jam lalu
0
thumb
Mungil, Lucu dan Super Irit ala Changan Lumin
• 18 jam lalu
0
thumb
Iran Gawat! Trump Siapkan Serangan Paling Dahsyat, Intelijen Israel Ungkap Fakta yang Disembunyikan
• 5 jam lalu
0
thumb
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU, Febrie Adriansyah Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan Besok
• 3 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Diyakini Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.