jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat masih mendapatkan tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat.
Berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 2-9 Juli 2026 dari 800 responden, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pria yang karib disapa Kang Dedi Mulyadi itu mencapai angka fantastis, yakni 95,4 persen.
BACA JUGA: Bandung Rawan Begal, Ratusan Personel Gabungan Patroli Bersama, Titik Rawan Jadi Prioritas
Data survei memotret mayoritas mutlak warga Jawa Barat memberikan penilaian positif.
Jika dibedah lebih dalam, sebanyak 39,3 persen responden menyatakan "Sangat Puas" dan 56,1 persen menyatakan "Cukup Puas".
BACA JUGA: Kasus Pecah Kaca Mobil di Margonda Depok, Peralatan Shooting Rp35 Juta Raib Digasak Maling
Sebaliknya, kelompok masyarakat yang merasa tidak puas hanya berada di angka yang sangat kecil.
Rincian ketidakpuasan tersebut hanya sebesar 3,8 persen, yang terdiri dari 3,3 persen menyatakan "Kurang Puas" dan hanya 0,5 persen yang menyatakan "Tidak Puas Sama Sekali".
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Sayembarakan Rp50 Juta Tangkap Pelaku Begal
Sementara itu, responden yang memilih tidak menjawab atau rahasia hanya sebesar 0,8 persen.
"Kami menemukan bahwa tingkat kepuasan terhadap Gubernur itu 95%. Evaluasi masyarakat yang positif secara umum terhadap pemerintahan Jawa Barat, terutama yang diwakili oleh Gubernur," ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan saat merilis laporan terbaru LSI di Kota Bandung, Kamis (23/7/2026).
Djayadi menututkan, tingkat kepuasan ini merata di berbagai kelompok demografi.
Baik laki-laki maupun perempuan, masyarakat di pedesaan maupun perkotaan, hingga lintas generasi usia menunjukkan tren penilaian yang serupa terhadap kinerja mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Capaian ini menempatkan posisi Dedi Mulyadi dalam zona yang sangat aman secara politik.
Angka di atas 90 persen ini konsisten bertahan dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan stabilitas kepercayaan publik yang sangat kuat terhadap kepemimpinan di Tanah Pasundan.
"itu seperti yang saya bilang, konsisten atau stabil kalau dibandingkan dengan survei sebelumnya yang dirilis sekitar bulan April atau bulan Maret kalau tidak salah. Jadi stabil," kata Djayadi.
Stabilitas ini tetap terjaga meskipun situasi ekonomi secara umum di tingkat nasional maupun daerah sedang mengalami tantangan.
"Artinya, keadaan ekonomi yang menurun itu tidak banyak mempengaruhi tingkat evaluasi positif masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat. Mengapa begitu? Antara lain berarti, kemungkinan yang pertama adalah tingkat popularitas dari Gubernurnya."
Lebih lanjut, Djayadi menambahkan, kepercayaan publik lebih banyak dipengaruhi oleh aksi nyata dan kehadiran Gubernur Dedi Mulyadi di tengah masyarakat. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik





Komentar (0)