InJourney Airports Bukukan Pendapatan Rp10,23 triliun di Semester I-2026

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,23 triliun pada semester I-2026.

InJourney Airports Bukukan Pendapatan Rp10,23 triliun di Semester I-2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,23 triliun pada semester I-2026. Angka ini meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan tersebut diraih di tengah tekanan industri penerbangan global akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mulai memengaruhi sektor aviasi sejak akhir kuartal I-2026.

Baca Juga:
InJourney Targetkan Soekarno-Hatta Masuk 10 Bandara Terbaik Dunia pada 2029

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan pertumbuhan pendapatan perusahaan, terutama ditopang peningkatan kinerja bisnis non-aeronautika, seiring transformasi yang dijalankan di bawah Danantara.

"Transformasi yang dijalankan di bawah Danantara membuat InJourney Airports tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya melalui penguatan bisnis non-aeronautika," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/7/2026).

Baca Juga:
Krakatau Steel (KRAS) Alihkan Aset Hotel Senilai Rp312 Miliar ke InJourney Hospitality

Perseroan menyebut pengembangan area komersial di sejumlah bandara utama menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan. Penataan kawasan ritel di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, konsep shopping arcade di Terminal 1C, serta pengembangan area komersial berkonsep single flow di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mendorong peningkatan aktivitas belanja penumpang.

Baca Juga:
PPRO Alihkan Aset Hotel di Bandung Senilai Rp133,01 Miliar ke InJourney

Selain itu, beroperasinya terminal baru Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 turut memperkuat potensi pendapatan non-aeronautika. Terminal tersebut dilengkapi area komersial modern dan meningkatkan kapasitas bandara menjadi 15,5 juta penumpang per tahun, dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang.

Transformasi tersebut membuat kontribusi pendapatan non-aeronautika terus meningkat. Hingga semester I-2026, bisnis non-aeronautika menyumbang sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha, naik dibandingkan sekitar 30 persen sebelum transformasi Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Menurut Rizal, perusahaan akan terus memperkuat struktur pendapatan agar semakin seimbang antara bisnis aeronautika dan non-aeronautika, mengikuti praktik terbaik industri kebandarudaraan global.

"Kami akan terus memperkuat kedua lini bisnis tersebut agar pertumbuhan usaha berkelanjutan dan mampu menciptakan nilai tambah bagi industri aviasi, pariwisata, serta perekonomian nasional," katanya.

Di sisi pembiayaan, InJourney Airports juga berhasil menata ulang struktur pinjaman melalui skema InJourney Group Financial Solutions pada kuartal I-2026. Langkah tersebut berdampak pada penurunan beban bunga sebesar 10 persen pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga memperkuat efisiensi keuangan perusahaan.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rumah Warga di Bantul Diduga Dirusak Debt Collector: Keluarga Trauma, Polisi Cek
• 20 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan di Jalan Antasari Jaksel, Pemotor Tergeletak di Jalanan
• 6 jam lalu
0
thumb
Pedagang Ronde Kota Batu Dituding Sajikan Menu Sisa Pembeli, Ini Kata Paguyuban
• 20 jam lalu
0
thumb
Kapal Basarnas Terbakar saat Perbaikan di Muara Baru
• 18 jam lalu
0
thumb
Eksepsi Dikabulkan, dr. Tifa: Ini Bentuk Penghormatan pada Proses Hukum
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.