Balas Ancaman AS, Iran Bakal Serang Infrastruktur Minyak dan Gas di Seluruh Timur Tengah!

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Jika Amerika Serikat (AS) menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran, sekutu-sekutu Washington di kawasan akan dibuat gelap gulita, kata Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Seyed Majid Mousavi.

"Jika jembatan-jembatan dan pembangkit-pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu (AS) tak akan terhindarkan," kata Mousavi, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia Bergerak Variatif saat Wall Street Melemah
Dorong Penandatanganan MoU Kelapa Sawit, RI, Malaysia dan Thailand Perkuat Kerja Sama Regional

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran untuk setiap kapal yang diserang Iran di Selat Hormuz.

Sementara itu, Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran mengatakan, jika ancaman AS terhadap infrastruktur Iran benar-benar dilakukan, Teheran akan melakukan lebih dari sekadar memblokade ekspor minyak di kawasan.

Iran juga akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.

"Ancaman berulang dari kriminal AS dan militernya hanya akan memperluas perang di kawasan dan lebih luas lagi," kata badan tersebut dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran.

Pada 18 Juni 2026 lalu, Teheran dan Washington menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari. Akan tetapi, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.

Komando Pusat AS berdalih serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran pun merespons serangan AS dengan melancarakan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timteng.

Presiden Trump kemudian mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran tak lagi berlaku. (Ant)

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau Serta Berpotensi Lanjut Menguat Serupa Bursa Asia dan Wall Street
Imigrasi Bongkar Akal Bulus 10 WNA Pakistan-Iran, Pura-pura Jadi Investor Demi Bisa Tinggal di Indonesia
Ledakan di Rumah Warga Grand Polonia Medan, PGN Tegaskan Ini

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SSA Bersolek Sambut Super League: Datangkan Lampu dari Polandia, PSIM Gelontorkan Dana Miliaran
• 15 jam lalu
0
thumb
Sampah Plastik Bernilai Rendah Ternyata Bisa Diubah Jadi Minyak, Begini Prosesnya
• 15 jam lalu
0
thumb
Cak Imin Pastikan PKB Siap Laksanakan Amanah dan Perjuangan Gus Dur
• 6 jam lalu
0
thumb
Sederet Janji Sudaryono, Nakhoda Baru BGN: Buka Ruang Kritik dan Tak Lari dari Masalah
• 7 jam lalu
0
thumb
Pertama di Indonesia, Gubernur KDM Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.