Cianjur: Debit air di Daerah Irigasi (DI) Cihea di Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berada di bawah ambang batas normal. Saat ini debitnya turun drastis mencapai 3.400 liter per detik dari debit normal 7 ribu liter per detik.
Juru Pengairan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Ervin Kristian, mengatakan menurunnya debit air akibat terjadinya hari tanpa hujan atau kemarau sejak beberapa bulan terakhir. Penurunan debit air terjadi secara berangsur yang puncaknya sekitar dua pekan terakhir.
Debit air saat ini memang turun drastis. Sudah di bawah ambang batas normal, kata Ervin, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca Juga :
Dampak Kekeringan Meluas di Tujuh Kabupaten Jateng-DIYSebetulnya kalau melihat pasokan debit air masih cukup aman. Hanya, ada beberapa daerah rawan, salah satunya di desa yang berada di ujung atau hilir di Kecamatan Ciranjang, jelas dia.
Ervin menuturkan, dengan kondisi sekaranf, pihaknya harus melakukan berbagai upaya agar lahan pertanian, khususnya sawah, bisa terairi. Sejauh ini, kata Ervin, pihaknya melakukan upaya gilir giring air sesuai jadwal yang disepakati semua pihak.
Upaya lainnya dilakukan dengan menertibkan penyedotan air di wilayah hulu. Ini akan berdampak terhadap pasokan air di wilayah hilir. Bagaimana kita mau memasok air ke wilayah hilir kalau di hulunya sendiri sudah banyak yang menyedot. Ini yang sedang kami tertibkan, imbuhnya.
Kondisi saluran irigasi tersier di wilayah utara Kabupaten Subang, Jawa Barat mengering saat musim kemarau. (ANTARA/Ali Khumaini)
Upaya gilir giring air dilakukan setiap dua hari sekali. Namun, dari hasil kesepakatan, setiap Jumat tidak dilakukan gilir giring. Ervin tak bisa memprediksi hingga kapan upaya gilir giring akan dilaksanakan.
Di lapangan kami tetap mengawasi dengan melibatkan P3A Mitra Cai, Gapoktan, dan elemen lainnya, pungkasnya.




Komentar (0)