- Koperasi di Kabupaten Kediri didorong lebih banyak melibatkan generasi muda sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
- Mas Dhito menilai koperasi dapat menjadi alternatif ekonomi positif di tengah maraknya pinjaman dan judi online.
- Saat ini terdapat 1.004 koperasi aktif dengan kontribusi sekitar Rp466,6 miliar terhadap PDRB Kabupaten Kediri pada akhir 2025.
- Dekopinda Kabupaten Kediri akan menggelar pelatihan untuk menarik minat generasi muda bergabung dalam koperasi.
Kediri (beritajatim.com) – Koperasi di Kabupaten Kediri didorong menjadi wadah yang lebih menarik bagi generasi muda. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menilai regenerasi menjadi tantangan penting agar koperasi tetap berkembang sekaligus menjadi alternatif kegiatan ekonomi yang produktif bagi anak muda.
Hal itu disampaikan Mas Dhito saat menghadiri Sarasehan Perkoperasian dalam rangka Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, perkembangan zaman membawa tantangan baru, terutama banyaknya masyarakat berusia di bawah 40 tahun yang terjerat pinjaman online akibat aktivitas judi online. Karena itu, koperasi di Kabupaten Kediri dinilai dapat menjadi solusi melalui semangat gotong royong dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Mas Dhito mengungkapkan, saat ini mayoritas anggota koperasi masih didominasi masyarakat berusia di atas 40 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena regenerasi perlu dipersiapkan sejak sekarang.
Untuk menarik minat generasi muda, Pemerintah Kabupaten Kediri akan berdiskusi lebih lanjut dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri guna menyusun program yang lebih sesuai dengan karakter anak muda.
“Usia 40 tahun ke bawah ini harus kita berikan pemantik supaya mereka tertarik (berkoperasi) dan ini menjadi tantangan bagi kita ke depan,” kata Mas Dhito.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 1.004 koperasi aktif di Kabupaten Kediri. Hingga akhir 2025, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri mencapai sekitar Rp466,6 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), koperasi simpan pinjam, dan koperasi unit desa (KUD), disusul berbagai jenis koperasi lainnya.
Melihat potensi tersebut, Mas Dhito berharap koperasi di Kabupaten Kediri terus berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda.
“Saya berharap koperasi (yang ada di Kabupaten Kediri) ini tidak stagnan dan terus berjalan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri Buat Santoso mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan menggelar pelatihan bagi generasi muda dalam waktu dekat.
Melalui berbagai pelatihan itu, Dekopinda berharap semakin banyak anak muda memahami manfaat berkoperasi dan terdorong menjadi bagian dari gerakan koperasi di Kabupaten Kediri.
“Nanti Dekopinda akan mengundang generasi muda untuk mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan,” tambahnya. [ADV PKP/nm]





Komentar (0)