Kronologi Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL di DI Yogyakarta, Ini Penjelasan Disdikpora

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi dugaan penipuan berkedok tes TOEFL di DI Yogyakarta. Disdikpora setempat memberikan penjelasan.

Kasus dugaan penipuan berkedok tes TOEFL menyasar siswa baru pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Daerah Istimewa (DI) Yogyalarta. TOEFL merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur skill listening, reading, speaking, dan writing.

Pada Jumat (17/7/2026), kasus dugaan penipuan tersebut viral di media sosial. Peristiwa ini pun langsung dilakukan verifikasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY, Suci Rohmadi menyampaikan jika saat ini pihaknya masih melakukan proses kalrifikasi dan pengumpulan informasi dari sekolah-sekolah yang diduga menjadi korban salah satu lembaga tes TOEFL.

“Dari hasil koordinasi sementara, terdapat laporan adanya peserta didik yang melakukan pembayaran setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Namun demikian, seluruh informasi terkait jumlah pihak yang terdampak, nilai kerugian, masih dalam proses verifikasi untuk memastikan fakta-faktanya,” ujar Suci, dikutip dari Kompas.com.

Ia juga menyapaikan jika Disdikpora DIY telah meminta sekolah-sekolah untuk menyampaikan informasi secara terbuka. Kemudian juga diperlukan melakukan pendataan apabila terdapat peserta didik atau orang tua yang merasa dirugikan.

“Apabila terdapat pihak yang akan menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum, Disdikpora DIY siap memfasilitasi koordinasi dan penyediaan informasi yang diperlukan sesuai kewenangan kami,” jelasnya.

“Namun demikian, kami tetap menghormati proses hukum yang berlaku dan tidak ingin mendahului hasil penyelidikan yang sedang berjalan,” imbuh Suci.

Kronologi

Pada mulanya, ada dua terduga pelaku mengatasnamakan lembaga Yogyaversity yang diduga sindikat lintas provinsi. Mereka menyusup masuk ke dalam ruang gabungan berisi 108 siswa baru di tengah kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan sekolah).

Pelaku kemudian mengambil alih kelas, melakukan intimidasi, dan mencatut nama Disdikpora DIY serta Polda DIY. Mereka menawarkan sertifikat TOEFL yang diklaim mampu menjamin kelulusan hingga mempermudah seleksi karier di TNI dan Polri.

 

Dilansir dari Tribunnews, pelaku lalu memaksa para siswa untuk menyetorkan uang tunai sebesar Rp100.000 di tempat dengan tenggat waktu hanya 15 menit. Mereka lalu menukarnya dengan kuitansi fiktif. Pihak sekolah baru menyadari insiden sesaat setelah transaksi selesai dilakukan.

Kronologi dugaan penipuan berkedok tes TOEFL di DI Yogyakarta saat ini menjadi perhatian. Disdikpora setempat memberikan penjelasan dan siap memfasilitasi koordinasi serta penyediaan informasi yang diperlukan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pembakaran Rumah Janda di Kediri Terungkap, Mantan Suami Ditangkap Kurang dari 24 Jam
• 13 jam lalu
0
thumb
Zohran Mamdani Larang Netanyahu Masuk NY di Sidang Umum PBB, Serukan Penangkapan
• 9 jam lalu
0
thumb
[FULL] Analisis Peneliti Senior ISI soal Eskalasi Iran-AS, Berujung Perang Terbuka? | KOMPAS MALAM
• 19 jam lalu
0
thumb
Mulai Ikhlas Lepas Kepergian Temon Templar, Abdel Akui Sudah Bisa Tertawa Ingat Kenangan Bersama Mendiang
• 6 jam lalu
0
thumb
Wali Kota New York Mendesak Pemerintah AS Tegakkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.