Stasiun MRT Monas mulai tampak wujudnya. Stasiun yang berada di kawasan Monumen Nasional ini menjadi bagian dari pengerjaan CP 201 fase 2A. Stasiun Monas akan menjadi stasiun ikonik yang berada di sekitaran heritage.
Pintu masuk satu Stasiun Monas berada di Jalan Medan Merdeka Barat. Lokasi ini berhadapan langsung dengan Monas. Para penumpang nantinya akan dimanjakan dengan pemandangan Monas saat keluar dari Stasiun MRT. Stasiun itu didesain menjadi stasiun ikonik MRT.
Akvitias pekerja menyelesaikan pembangunan Stasiun MRT Monas, Jakarta. (KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Siluet pekerja.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Cahaya dan garis.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Menyelesaikan pengerjaan eskalator.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
”Jadi, kalau Stasiun MRT Monas sendiri, keunikannya, dia adalah stasiun ikonik sebetulnya. Jadi, ini memang kami desain karena masuk ke dalam kawasan heritage, termasuk kawasan monumen nasional,” ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina, Rabu (22/7/2026).
Stasiun MRT Monas ini memiliki panjang 220 meter dengan kedalaman sekitar 15 meter sampai 18 meter. Koridor panjang itu menjadi penghubung antara kawasan Monas dan Museum Nasional. Selain itu, koridor MRT juga dirancang menjadi area seni dan edukasi. Tidak hanya itu, area itu juga bisa dimanfaatkan sebagai area pameran.
Hingga 25 Juni 2026, MRT fase 2A rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota mencapai 61,80 persen. Pekerjaan konstruksi pada CP 201 yang mencangkup jalur Bundaran HI-Harmoni mencapai 93,50 persen. Sementara pada pengerjaan paket CP 202 yang menghubungkan Harmoni-Mangga Besar mencatat progres hingga 67,40 persen. Pada CP 203 segmen Mangga Besar-Kota mencapai progres sampai 86,03 persen.
Progres pembangunan ini terus dipercepat agar sesuai dengan target yang ditentukan. Menurut Weni, pengerjaan ditargetkan selesai dan dapat beroperasi pada akhir 2027. Adapun stasiun MRT yang baru beroperasi yakni Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas.
Fase 2A yang terdiri atas tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota sepanjang 5,8 kilometer ini, ditargetkan rampung pada 2029. Commissioning test nantinya akan dilakukan pada pertengahan tahun 2027. Tes itu merupakan rangkaian pemeriksaan, pengujian, dan verifikasi sistem atau peralatan baru (mekanikal, elektrikal, atau proses industri). Tujuannya guna menjamin kinerja serangkaian peralatan itu sesuai dengan desain, standar, dan tujuan awal sebelum beroperasi penuh.
Sambil merampungkan Fase 2A, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya membereskan kebutuhan untuk MRT Lintas Timur-Barat. Fase ini terbentang dari Cikarang-Balaraja dan terbagi dalam dua segmen.
Fase 1 tahap 1 sepanjang 24,5 km dari Medansatria hingga Tomang dan tahap 2 sepanjang 9,2 km dari Tomang ke Kembangan. Adapun fase 2 mencakup Kembangan ke Balaraja sepanjang 29,9 km dan Medansatria ke Cikarang sepanjang 20,5 km.
”Di beberapa segmen sedang pembebasan lahan, penetapan trase, penentuan titik-titik, dan sebagainya. Mudah-mudahan kalau berjalan lancar, segmen pertama pada 2030 bisa dinikmati,” kata Pramono (Kompas.id, 12 Mei 2026).
Perpanjangan rute menuju Stasiun Kota akan berdampak pada penambahan penumpang. Berdasarkan proyeksi sementara, setidaknya akan ada 200.000 penumpang per hari, atau sekitar 70 juta penumpang per tahun jika kelak rutenya mencapai Stasiun Kota. Jumlah peningkatannya mencapai 48 persen dibandingkan dengan angka penumpang saat ini yang menyentuh 127.000 orang per hari, atau 47 juta orang per tahun, untuk Fase 1 Lebak Bulus-HI.






Komentar (0)