Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyepakati arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para perwira remaja TNI dan Polri agar tidak memiliki loyalitas kepada korps yang mengalahkan kepentingan bangsa. Menurut dia, prajurit semestinya mengutamakan kesetiaan kepada negara dan rakyat.
TB Hasanuddin menjelaskan, dalam doktrin TNI, setiap prajurit merupakan tentara nasional yang bertugas mengabdi kepada negara, bukan kepada satuan atau korps tempatnya bertugas.
“Dalam doktrin yang disampaikan kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, ya, saya tekankan pada TNI ya, itu mereka itu adalah Tentara Nasional. Ya. Kemudian artinya apa? Yaitu mereka berjuang dan mengabdi untuk negara. Ya, begitu. Bukan mengabdi untuk satuannya. Sehingga dia dituntut loyalitasnya hanya kepada negara,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (22/7).
Ia mengatakan, jika loyalitas prajurit hanya diarahkan kepada satuan, maka kesetiaan itu berpotensi bergeser hanya kepada atasan atau komandannya. Padahal, seluruh proses pendidikan hingga gaji prajurit berasal dari rakyat sehingga pengabdian harus ditujukan kepada negara dan bangsa.
Menurut TB Hasanuddin, pesan Presiden tersebut penting disampaikan kepada para perwira baru yang akan mulai bertugas di berbagai satuan. Mereka dinilai akan menghadapi berbagai godaan dan tantangan selama menjalankan tugas.
“Presiden mengingatkan bahwa kalian itu adalah prajurit TNI yang dibiayai oleh rakyat mulai dari pendidikan. Digaji oleh rakyat, sehingga dituntut kesetiaan itu hanya pada rakyat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar para perwira tidak mengagung-agungkan korps secara berlebihan. Sebab, sikap tersebut berisiko memicu fanatisme yang justru merugikan negara.
“Dan juga, hati-hati juga, ya, karena kalau terlalu, ya, mengagung-agungkan korps, itu nanti menjadi gelap mata, sehingga sering terjadi para perwira muda itu membela korps dengan buta,” ujarnya.
TB Hasanuddin menilai fanatisme korps dapat berujung pada konflik antarsatuan, termasuk perkelahian hingga baku tembak yang tidak memberikan manfaat apa pun.
“Iya, sehingga terjadi perkelahian, tembak-menembak dengan korps lain. Ya untuk apa, kan enggak ada gunanya. ang rugi kan negara,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta TNI dan Polri terus memperkuat profesionalisme serta menjaga soliditas dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan tidak boleh ada loyalitas korps yang mengalahkan kepentingan bangsa.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat usai melantik perwira remaja TNI-Polri dalam Upacara Prastya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7).
"TNI dan Polri harus kuat, TNI dan Polri harus profesional, TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit," ujar Prabowo.






Komentar (0)