JAKARTA, DISWAY.ID-- Prabowo Ingatkan Perwira TNI-Polri Jangan Tergoda Korupsi: Sekali Khianati Rakyat, Kehormatan Hilang.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para perwira remaja TNI dan Polri yang baru dilantik agar tidak menyalahgunakan jabatan dan menjauhi segala bentuk tindak pidana, termasuk korupsi.
BACA JUGA:Mengurai Carut-Marut Penegakan Hukum: Membangun Sinergi Polri dan Kejaksaan Dalam Pemberantasan Korupsi
Menurut Prabowo, integritas merupakan kehormatan utama yang harus dijaga setiap perwira. Karena itu, ia meminta para perwira tidak tergoda melakukan korupsi, penyelewengan, maupun pelanggaran hukum lainnya selama menjalankan tugas.
"TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit. Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan. Jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan.
BACA JUGA:Dari Korupsi Rp41,7 Miliar di Lombok Barat, Bupati Ahmad Zaini Diduga Nikmati Rp10,8 Miliar
“Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya," tegas Prabowo saat memberikan amanat dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Presiden memperingatkan bahwa seorang perwira akan kehilangan kehormatan apabila mengkhianati kepercayaan rakyat.
"Sekali saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula saudara kehilangan kehormatanmu," ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa seluruh fasilitas yang dinikmati prajurit dan anggota kepolisian berasal dari rakyat.
BACA JUGA:Menteri PU Perkuat Whistleblowing Bongkar Dugaan Pelanggaran, Termasuk Korupsi
Karena itu, setiap perwira memiliki kewajiban untuk mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat.
"Ingatlah selalu, saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makananmu dari rakyat, gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat," pesan dia.
Ia meminta para perwira menjadi pelindung, pengayom, dan pembela masyarakat.
Menurutnya, rakyat tidak menuntut aparat negara menjadi sosok yang sempurna, melainkan memiliki kejujuran, keberanian, dan rasa keadilan.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)