Sinergi Membangun Desa Cerdas, PPK Ormawa Himaprodi PBSI FBS UNM Gelar Seminar Pengenalan Program

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA — Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) menggelar Seminar Pengenalan Program Kerja bertempat di Aula Kantor Desa Romang Lasa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Rabu, 22 Juli.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kolaborasi melalui bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial berbasis potensi lokal.

Seminar dihadiri oleh Kepala Desa Romang Lasa, perangkat desa, Ketua dan anggota TP PKK Desa Romang Lasa, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat Desa Romang Lasa. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkenalkan program kerja PPK Ormawa yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Romang Lasa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Romang Lasa, Muhardi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim PPK Ormawa Himaprodi PBSI FBS UNM yang telah memilih Desa Romang Lasa sebagai lokasi pelaksanaan program. Ia berharap kegiatan yang akan dijalankan mampu menghadirkan pembaruan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap program yang dibawa oleh Tim PPK Ormawa dapat membawa pembaruan bagi Desa Romang Lasa. Kami juga berharap terjalin kolaborasi yang baik bersama masyarakat, khususnya para pemuda dan Karang Taruna, sehingga seluruh program kerja dapat berjalan dengan baik, benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, serta dapat dilaksanakan dan dijaga keberlanjutannya secara bersama-sama,” ujar Muhardi.

Sementara itu, Ketua Ormawa Himaprodi PBSI FBS UNM, Muhammad Faried, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program melalui semangat Assamaturu Baca. Menurutnya, keberhasilan PPK Ormawa tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga pada sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Semangat Assamaturu Baca menjadi dasar kami dalam menjalankan pengabdian ini. Kami berharap seluruh program yang telah dirancang dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dan mampu memberikan perubahan positif bagi Desa Romang Lasa,” ungkap Muhammad Faried.

Pada kesempatan tersebut, Tim PPK Ormawa juga memaparkan hasil identifikasi permasalahan yang menjadi dasar penyusunan program kerja. Beberapa persoalan yang menjadi fokus utama meliputi bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial, sehingga seluruh program dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki Desa Romang Lasa.

Sebagai solusi pada bidang pendidikan, Tim PPK Ormawa akan membangun lima Pojok Literasi Utama sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat. Sementara pada bidang ekonomi, tim akan mengembangkan potensi lokal melalui pengolahan batu bata serta optimalisasi singkong menjadi produk unggulan berupa tape singkong dan bolu tape. Adapun pada bidang sosial, program difokuskan pada kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat yang didukung dengan pemanfaatan media digital.

Melalui pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) ini, diharapkan seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik, memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat Desa Romang Lasa. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Akankah John Herdman Menjadi Pelatih Pertama yang Membawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF?
• 17 jam lalu
0
thumb
Asian Games 2026: Tim Panahan Indonesia Turunkan 10 Atlet, Bidik Prestasi Lebih Baik
• 10 jam lalu
0
thumb
BGN Isyaratkan Pemangkasan Anggaran MBG 2026 Bisa Lebih dari Rp 70 Triliun
• 19 jam lalu
0
thumb
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Dipastikan Dimulai Oktober 2026 untuk Perluas Akses Pendidikan
• 22 jam lalu
0
thumb
Menkum Ungkap Alasan Tarif Lepas WNI Naik: Masyarakat Bawah Tidak Terdampak
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.