Selatox Raih Sertifikasi CPOB BPOM, Siapkan Fasilitas Biofarmasi Bertaraf Global

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - PT Selatox Bio Pharma resmi memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Pencapaian tersebut menjadi momentum peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat.

Sertifikasi CPOB menjadi pengakuan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BPOM. 

Dengan pencapaian ini, perusahaan memperkuat fondasi produksi produk biofarmasi estetika sekaligus ambisi untuk berkembang sebagai pusat manufaktur bertaraf global.

Fasilitas tersebut dilengkapi sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup proses manufaktur dari hulu hingga hilir. 

Sistem ini dirancang untuk menjaga kualitas dan keamanan produk secara konsisten, mulai dari penerimaan bahan baku, produksi, pengujian, hingga distribusi.

PT Selatox Bio Pharma resmi memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. (Dok. Istimewa)

Perkuat Ekosistem Biofarmasi

CEO Selatox, Joh Young Hoon, menyebut sertifikasi CPOB sebagai pencapaian penting bagi perusahaan.

"Perolehan sertifikasi CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Selatox," ujar Joh Young Hoon.

"Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan," tambahnya.

Selatox saat ini berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika, termasuk pengembangan produk berbasis Botulinum Toxin Type A.

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. turut mengapresiasi pencapaian tersebut.

Menurutnya, sertifikasi CPOB mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat sekaligus memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia.

"Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat, sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia," ucap dr. Taruna Ikrar kepada awak media, Senin (20/7) lalu.

Ke depan, Selatox menargetkan pengembangan ekosistem yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, hingga operasional bisnis global.

Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal dan menerapkan teknologi manufaktur berstandar internasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tenggelamnya KM Nurul Salsa: Polisi Periksa 21 Saksi, Belum Tentukan Tersangka
• 1 jam lalu
0
thumb
Heboh! Timnas Spanyol Hapus Foto Donald Trump saat Selebrasi Juara Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?
• 20 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan BI Rate
• 5 jam lalu
0
thumb
Mitra Ancam Gembok Dapur MBG, BGN Buka Suara
• 16 jam lalu
0
thumb
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.