Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Mitra Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengancam mogok massal dengan menggembok dapur MBG di seluruh Indonesia. Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana menyatakan pihaknya enggan menanggapi sebab baru berupa ancaman dan belum kejadian.
“Karena belum kejadian, enggak usah ditanggapi,” kata Ketut di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Advertisement
Meski demikian, Ketut menyebut pihaknya akan menyiapkan antisipasi agar tak ada mogok nasional. Namun, Ketut enggan membeberkan apa saja langkah antisipasi yang akan BGN lakukan.
“Kita antisipasinya tetap ada,” kata dia.
Sebelumnya, Asosiasi Mitra Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengancam melakukan aksi mogok massal, yakni menyegel atau menggembok dapur program makan bergizi di seluruh Indonesia, apabila BGN mereka nilai masih mengabaikan kesetaraan dalam kemitraan.
"Kami akan lakukan gembok nasional, gembok dapur secara nasional," kata Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional Indonesia, Syawaludin Aweng usai rapat di DPR, Selasa (14/7/2026).
Menurut Syawaludin, selama ini para mitra dikesampingkan dalam pengambilan keputusan, padahal mitra telah berinvestasi besar untuk membangun dapur. Menurutnya, persoalan paling krusial adalah pembagian tanggung jawab operasional yang berujung kerugian besar akibat penghentian sepihak.
“Posisi mitra hanya menyediakan modal dan fasilitas infrastruktur dapur. Sementara itu, pengelolaan penuh di dalam dapur diatur oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG),” kata dia.
Sementara, lanjutnya, apabila ada masalah di lapangan, BGN justru memberikan sanksi pada dapur milik mitra secara sepihak bukan SPPG.
Syawaludin menilai, persoalan dapat diselesaikan apabila BGN menerapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG. Di mana aturan itu mengatur batasan jumlah penerima manfaat untuk aglomerasi dapur biasa (minimal 1.000 plus) dan daerah 3T (maksimal 1.000), serta estimasi 8.000 dapur untuk daerah terpencil.
"Kami akan lakukan gembok nasional, gembok dapur secara nasional. Dan kami kawan-kawan sudah setuju, kalau sampai tanggal 17 Agustus proses ini tidak selesai, kami akan lakukan itu," tegasnya.





Komentar (0)