Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengalami pergantian pucuk pimpinan. Belum genap dua tahun sejak lembaga yang mengurusi MBG ini dibentuk, pada Agustus 2024, dua sosok telah mengisi jabatan Kepala BGN.
Posisi Kepala BGN pertama dipegang Dadan Hindayana, dilantik Presiden ke- 7 Joko Widodo pada 19 Agustus 2024. Jabatan Dadan pun sangat strategis dalam mengawal salah satu progam utama pemerintah Presiden Prabowo Subianto, program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Advertisement
Selama menjabat Dadan telah membuat sejumlah kebijakan terkait pelaksanaan program MBG, seperti pengadaan peralatan penunjang operasional dengan nilai fantastis.
Prabowo pun mencopot Dadan bersama dua Wakil Kepala BGN, yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sonjaya, tepatnya pada 2 Juni 2026 setelah 1 tahun 9 bulan menjabat.
Sehari setelah dicopot, Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan Dadan terkait pelanggaran pada proyek pengadaan SPPG yang melibatkan oknum pejabat tinggi BGN.
Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan melantiknya pada 2 Juni 2026. Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Baru memegang jabatan 45 hari, pada 22 Juli 2026 Nanik memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan. Keputusan itu diumumkan setelah Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Sebelum mundur, Nanik pun telah membuat beragam kebijakan untuk memantapkan arah perbaikan progam MBG.





Komentar (0)