IHSG Naik Lagi, Wall Street dan Harapan The Fed Jadi Pendorong

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada awal perdagangan. 
 
Optimisme investor didorong oleh sentimen positif dari bursa global, peluang penguatan teknikal, hingga penantian sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral The Federal Reserve (The Fed).
 
Pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, IHSG menguat 25,99 poin atau 0,41 persen ke level 6.366,01. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 naik 1,77 poin atau 0,28 persen ke posisi 638,41. Wall Street Kompak Menguat Salah satu pendorong penguatan IHSG datang dari bursa saham Amerika Serikat yang ditutup di zona hijau pada perdagangan sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,74 persen ke level 52.224,64.  Sementara itu, S&P 500 menguat +0,89 persen ke 7.509,20 dan Nasdaq Composite menguat +1,29 persen menjadi 25.837,21.
  Baca juga: Investor Simak! Ini Prediksi Arah IHSG dan Saham Pilihan Semester II-2026
Mengacu pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,74 persen ke level 6.340,02, didorong penguatan mayoritas sektor, terutama energi, barang baku, infrastruktur, dan properti. 
 
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, kenaikan indeks ditopang saham-saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, CUAN, dan DEWA.  Sentimen Domestik Dorong Optimisme Pasar Di samping itu, sentimen domestik juga didukung optimisme pembentukan Pusat Keuangan Internasional Indonesia (PFII), peringkat kredit Indonesia yang tetap BBB/Stable dari S&P Global Ratings, serta rencana penerbitan Panda Bond yang memperoleh peringkat AAA/Stable di China.
 
"Pasar hari ini akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, dengan konsensus memperkirakan BI Rate naik 25 bps menjadi 6,00 persen sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi," kata Tim Riset.
 
Sementara itu, dari eksternal perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik Timur Tengah, di mana harga minyak Brent mulai turun ke kisaran USD88 per barel seiring meningkatnya harapan tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran.
 
"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support 6.220–6.250 dan resistance 6.360–6.400. Momentum bullish masih terjaga, namun setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai," tuturnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pesan Prabowo kepada Perwira TNI-Polri: Kepentingan Bangsa Harus Selalu Diutamakan
• 1 jam lalu
0
thumb
Setiap Tahun, KPAI Terima 2.000 Kasus Kekerasan Terhadap Anak
• 53 menit lalu
0
thumb
Polis Ungkap Modus Paman Perkosa Keponakan di Bekasi, Korban Diajak Tonton Video Porno
• 15 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur karena Alasan Kesehatan, Fokus Jalani Pengobatan Jantung
• 3 jam lalu
0
thumb
Dari Kemunduran menuju Ketahanan Demokrasi
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.