HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Harapan Alwi Farhan melaju jauh di China Open 2026 harus terhenti lebih cepat. Di balik kemenangan Ayush Shetty, ada sosok pelatih asal Indonesia yang ikut menjadi sorotan. Irwansyah kembali menunjukkan sentuhan kepelatihannya di India.
Perjalanan Alwi Farhan di China Open 2026 berakhir pada babak pertama setelah dikalahkan Ayush Shetty. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu (22/7/2026), wakil Indonesia itu takluk lewat pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-5, 17-21.
Sejak awal pertandingan, duel berjalan ketat. Kedua pemain saling berbagi angka hingga kedudukan 3-3. Alwi sempat mengambil alih kendali permainan dan memimpin dua poin, tetapi momentum itu tidak bertahan lama. Shetty mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 4-6 dan mulai mengontrol ritme pertandingan.
Alwi terus berusaha menjaga jarak agar tidak semakin tertinggal. Namun hingga interval gim pertama, Shetty tetap berada di depan dengan keunggulan 11-8.
Selepas jeda, tekanan dari wakil India semakin meningkat. Dari posisi 11-14, permainan Alwi mulai kehilangan konsistensi. Keunggulan postur Shetty membuatnya lebih leluasa menguasai reli sehingga sempat menjauh hingga 18-11.
Meski demikian, Alwi belum menyerah. Ia memperlihatkan kebangkitan dengan permainan yang lebih rapi dan berani mengambil inisiatif serangan. Lima poin beruntun berhasil dipetik hingga memangkas selisih menjadi 16-18.
Momentum tersebut ternyata belum cukup mengubah hasil pertandingan. Shetty kembali menemukan ritme terbaiknya dan mengamankan gim pertama dengan kemenangan 21-17.
Memasuki gim kedua, situasi berubah drastis. Alwi tampil jauh lebih agresif sejak awal pertandingan. Sebaliknya, Shetty justru banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat wakil Indonesia melesat memimpin 7-2.
Dua angka awal yang didapat Shetty bahkan lahir dari kesalahan Alwi sendiri. Setelah itu, Alwi mendominasi jalannya pertandingan dan menutup interval dengan keunggulan telak 11-3.
Dominasi Alwi terus berlanjut selepas jeda. Serangan-serangannya sulit dibendung, sementara Shetty berkali-kali gagal mengontrol pukulan. Shuttlecock beberapa kali keluar lapangan atau tersangkut di net.
Tak hanya itu, Shetty juga sempat keliru membaca arah kok sehingga membiarkan pukulan Alwi jatuh begitu saja di area permainannya. Alwi akhirnya menyamakan kedudukan usai merebut gim kedua dengan skor mencolok 21-5.
Gim penentuan kembali berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua pemain silih berganti memperoleh angka, membuat pertandingan berjalan ketat seperti pada gim pembuka.
Alwi beberapa kali gagal menempatkan shuttlecock di dalam lapangan. Kondisi arena yang disertai hembusan angin tampak memengaruhi laju kok sehingga beberapa pukulannya melebar.
Shetty kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak lima poin beruntun dan membuka jarak menjadi 6-3. Sejak saat itu, selisih dua hingga tiga angka terus memisahkan keduanya.
Saat interval gim ketiga, Alwi tertinggal 8-11. Seusai berganti sisi lapangan, ia sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi Shetty selalu mampu memberikan respons cepat demi menjaga keunggulan.
Pertarungan semakin intens memasuki fase akhir. Alwi sempat mendekat menjadi 13-14, namun beberapa kesalahan sendiri membuat Shetty kembali menjauh hingga 16-13.
Kesalahan dalam pengembalian kok membuat Alwi semakin tertinggal 14-18. Kepercayaan diri Shetty pun meningkat dan membawanya unggul jauh 20-14.
Dalam situasi tertekan, Alwi masih menunjukkan semangat juang dengan meraih tiga poin berturut-turut. Namun upaya tersebut belum cukup membalikkan keadaan. Shetty akhirnya memastikan kemenangan 21-17 pada gim penentuan sekaligus mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Kemenangan Ayush Shetty juga tidak lepas dari peran pelatih asal Indonesia, Irwansyah, yang berada di kursi pendamping. Sentuhan mantan pelatih PBSI itu kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya sukses mengantar tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu, menjuarai Japan Open 2026.
Keberhasilannya kembali membawa anak asuhnya meraih hasil positif mempertegas reputasinya sebagai salah satu pelatih Indonesia yang berpengaruh di kancah bulu tangkis internasional. (*)






Komentar (0)