Harga Bijih Nikel Naik, Simak Prospek Saham DKFT

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga bijih nikel diperkirakan menjadi penopang kinerja PT Central Omega Resources Tbk (DKFT).

Harga Bijih Nikel Naik, Simak Prospek Saham DKFT. (Foto: Shutterstock)

IDXChannel – Kenaikan harga bijih nikel diperkirakan menjadi penopang kinerja PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) meski perusahaan menghadapi dampak pengurangan kuota penambangan.

Dalam riset terbarunya, UOB Kay Hian menyebut implementasi skema baru Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel di Indonesia sejak 15 April 2026, ditambah terbatasnya kuota penambangan bijih nikel (RKAB) di tingkat industri, telah mendorong kenaikan harga jual komoditas tersebut secara signifikan.

Baca Juga:
Saham ZATA Beredar Kembali Usai Penuhi Kewajiban Laporan Keuangan

Meski demikian, UOB Kay Hian memangkas proyeksi laba bersih DKFT untuk 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 6 persen dan 21 persen.

Revisi tersebut dilakukan untuk mencerminkan asumsi volume penjualan yang lebih rendah akibat pembatasan kuota produksi.

Baca Juga:
Harga Emas Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Saham ANTM-ARCI Cs Menguat

Seiring revisi proyeksi tersebut, broker juga menurunkan target harga saham DKFT menjadi Rp820 per saham dari sebelumnya Rp900.

Meski begitu, rekomendasi beli tetap dipertahankan karena prospek perseroan dinilai masih menarik.

Baca Juga:
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2.635.000 per Gram, Buyback Ikut Terkerek

Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), pukul 10.13 WIB, saham DKFT naik 0,79 persen ke level Rp635 per unit.

Optimisme terhadap prospek DKFT sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang tetap bertumbuh pada awal tahun.

Pada kuartal I-2026, Central Omega membukukan laba bersih sebesar Rp237 miliar, meningkat 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp137 miliar.

Pendapatan perseroan juga naik 20 persen secara tahunan menjadi Rp506 miliar dari Rp421 miliar pada kuartal I-2025.

Direktur Central Omega Resources, Feni Silviani Budiman, mengatakan perseroan tetap berfokus pada peningkatan kualitas pendapatan melalui optimalisasi bauran produk dan efisiensi biaya.

"Meskipun kami melakukan penyesuaian volume produksi mengikuti regulasi RKAB terbaru dari pemerintah, fundamental keuangan kami tetap solid dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham," ujar Feni dalam keterbukaan informasi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BGN Kenalkan 5 Deputi Baru, Sukseskan Perbaikan Tata Kelola MBG
• 14 jam lalu
0
thumb
Fitch Naikkan Peringkat KBank Indonesia (BMAS) Jadi AA+ dengan Outlook Stabil
• 13 jam lalu
0
thumb
Saan Mustopa Minta Biaya Politik Pilkada Disisir Usai Maraknya OTT Kepala Daerah
• 22 jam lalu
0
thumb
Peringati Hari Jadi Purwakarta, KDM Ajak Warga Jaga Ekosistem Wujudkan "Purwakarta Istimewa"
• 7 jam lalu
0
thumb
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.