"Lebih Dekat Tempat Kerja, Tak Pakai Ongkos" Cerita Perantau Bertahan di Kontrakan 3x3 Meter

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tinggal di rumah sepetak berukuran 3 x 3 meter tentu saja bukan menjadi impian banyak orang.

Namun, kondisi tersebut terpaksa harus dijalani mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, namun ingin tetap tinggal di Jakarta demi mendapat pekerjaan.

Salah satunya perempuan asal Pemalang, Jawa Tengah, Rini (43), yang mengaku sudah mengandalkan kontrakan murah meriah di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara, sejak pertama kali merantau ke ibu kota di tahun 2004.

Baca juga: Potret Kontrakan Rp 300.000 di Jakut, Bangunan Rapuh di Belakang Kawasan Komersil

Kala itu pendapatan Rini sebagai penjaga warung makan sangat minim, sehingga hanya mampu menyewa rumah sepetak semipermanen di dekat rel kereta api Kampung Bandan.

Dekat mata pencarian

Terbiasa tinggal di Pemalang yang udaranya segar dan jarak rumahnya berjauhan, membuat Rini sempat kaget ketika harus beradaptasi di rumah kontrakan sempit di dalam gang gelap gulita.

Namun, ia tak memiliki pilihan lain, karena meski tak layak, harga kontrakan semipermanen itu lah yang terjangkau dan dekat dengan mata pencahariannya.

"Lebih dekat tempat kerja kita, enggak pakai ongkos gitu," tutur dia ketika ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Teka-teki Hilangnya Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Terlacak di Malaysia Usai Diduga Diculik

Seiring berjalannya waktu, Rini pun menemukan jodohnya di Jakarta dan menikah sekitar delapan tahun yang lalu.

Tapi karena pekerjaan suaminya juga masih serabutan, maka ia masih mengandalkan kontrakan murah meriah semipermanen.

Hanya saja, Rini sudah berpindah kontrakan di RT 11, RW 05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, yang kondisinya tak jauh berbeda.

Ia memilih untuk mengambil kamar di lantai dua, karena harganya cenderung lebih murah.

Bertahan di kontrakan yang rapuh

Rini mengatakan, delapan tahun lalu, kontrakan sepetak berukuran 3 x 3 meter itu disewa dengan harga Rp 350.000 per bulan.

Tapi, seiring berjalannya waktu, kontrakan semipermanen itu mengalami kenaikan harga sewa sekitar Rp 450.000 per bulan.

Namun, tidak semua kamar di lantai dua bangunan semipermanen yang ditempati harga sewanya Rp 450.000, tergantung dari ukuran masing-masing.

Dari lima kamar yang berdiri, ada yang ukurannya lebih kecil dari 3 x 3 meter, yakni 3 x 2 meter, sehingga harga sewanya masih sekitar Rp 300.000.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Jejak Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Terdeteksi di Jakut hingga Malaysia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenperin: Industri Kimia Tumbuh 7,41 Persen dengan Nilai USD6,58 Miliar di Kuartal I-2026
• 19 jam lalu
0
thumb
10.673 Hektare Tanaman Padi di Indramayu Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan
• 14 jam lalu
0
thumb
Ada 10 Luka Tusukan di Tubuh Prajurit TNI Tewas Dibunuh di Tangsel
• 22 jam lalu
0
thumb
Misteri Kematian Brigadir EWS di Kamar Kos, Polda Jambi Turun Tangan Selidiki Kasus: Ada Apa?
• 13 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Pelatih Bali United Hadapi Timnas Indonesia di Laga Uji Coba Jelang Piala AFF 2026
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.