10.673 Hektare Tanaman Padi di Indramayu Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membuat areal tanaman padi kekeringan. Saat ini, 10.673 hektare areal tanaman padi di daerah lumbung pangan nasional itu terancam puso (gagal panen) akibat kekeringan.

Kondisi itu membuat para petani menjadi khawatir. Jika pasokan air tidak segera digelontorkan ke sawah-sawah mereka, maka ancaman gagal panen hanya tinggal menunggu waktu, yang dipastikan akan menurunkan produksi padi daerah secara signifikan.

Baca Juga
  • 5 Kecamatan di Bandung Barat Kekeringan, Bupati Jeje: Kita Bangun 48 Sumur Bor
  • Jurus Pemkab Bandung Barat Hadapi Kerawanan Pangan, Kekeringan, dan Bencana Alam Selama Kemarau
  • BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan di Jawa Barat, Air Bersih Terancam Langka

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebutkan, areal tanaman padi seluas 10.673 hektare yang terancam puso itu tersebar di enam kecamatan di wilayah Indramayu barat. Yakni, Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Bongas, Gabuswetan dan Kandanghaur.

“Areal terdampak kekeringan yang paling luas ada di Kecamatan Sukra,” ujar Sutatang kepada Republika, Selasa (21/7/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia merinci, dari total areal sawah seluas 3.445 hektare di Kecamatan Sukra, yang terdampak kekeringan mencapai 2.500 hektare. Selanjutnya Kecamatan Patrol, dari luas areal sawah 3.175 hektare, yang terdampak kekeringan ada 2.100 hektare, dan di Kecamatan Anjatan dari total 6.150 hektare, yang terdampak kekeringan ada 2.000 hektare.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejar Laporannya yang Mandek, Heni Sagara Spill Soal Aliran Dana ke Buzzer
• 1 jam lalu
0
thumb
Dana Rehab-Rekon Didistribusikan, Ketua Satgas PRR Tekankan Hal Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
Kembali Salurkan Bantuan ke Aceh Utara, Kemensos Kucurkan Total Rp 61,8 M
• 11 jam lalu
0
thumb
Kiper Eks Juventus Hampir Pasti Merapat ke Klub Indonesia, Identitas Masih Dirahasiakan
• 20 jam lalu
0
thumb
Menhub: Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Prioritaskan Rute Domestik
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.