Kepala BGN Mundur, Asisten Presiden Beberkan Prestasi Nanik Deyang

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mundur dari jabatannya untuk fokus menjalani pengobatan jantung. Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan, membeberkan prestasi Nanik.

"Saya mengenal Bu Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," kata Dirgayuza dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.

Nanik, kata Dirgayuza, adalah sosok yang mengungkap kasus BMI Wilfrida Soik kepada Presiden Prabowo Subianto. Pengungkapan itu yang membuat Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia. 
 

Baca Juga :

Fokus Berobat, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Catatan Dirgayuza juga mengungkap Nanik yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia. "Gagasan-gagasannya selalu lahir dari tempat yang sama: keberpihakan kepada mereka yang sering tidak terlihat," kata Dirgayuza.

Menurut Dirgayuza, karakter itu yang dibawa Nanik ke BGN. Nanik, kata Dirgayuza, mampu membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan hanya dalam waktu satu setengah bulan menjabat.

"Saya mencatat di bawah kepemimpinan Bu Nanik, BGN mengevaluasi hampir 28.000 SPPG yang telah beroperasi. Sebanyak 3.000 dapur sudah diberikan klasifikasi A, B dan C berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan," kata Dirgayuza.

Nanik, kata dia, mamu memimpin ekspansi dapur baru di wilayah yang telah padat dihentikan sementara, kecuali di kawasan 3T. Nanik, kata dia, juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda. 

"Ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara," kata Dirgayuza.

Dalam masa kerja singkat itu, Nanik juga disebut Dirgayuza, mampu membentuk sebelas tim reformasi total. Nanik memimpin upaya refocusing MBG agar lebih menyasar balita, ibu hamil, ibu menyusui, anak SD dan SMP, serta siswa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

"Kemarin ia juga mengganti lima pejabat eselon I dengan tenaga profesional dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan," kata Dirgayuza.

Semua itu, kata Dirgayuza, dilakukan karena Nanik memahami keyakinan Presiden. Yakni, MBG sebagai investasi untuk anak-anak kelak akan menentukan masa depan Republik.

Dirgayuza juga melihat keyakinan Nanik tentang bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Sebab, ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli.

"Dari sana terlihat bahwa satu porsi MBG bukan hanya mengisi perut seorang anak. Di belakang MBG ada penghasilan petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, UMKM, dan keluarga-keluarga Indonesia," kata Dirgayuza.


Mantan Kepala BGN Nanik S Deyang. Foto: Antara

Dirgayuza sempat bercerita, dirinya menulis tentang sepatu kets Nanik. Sepatu sederhana yang dipakainya untuk mendatangi dapur, meninjau sekolah, memeriksa kebersihan, dan bahkan menerima penghargaan di Istana Negara.

"Hari ini, ibu bersepatu kets itu pamit untuk berhenti sejenak," kata Dirgayuza.

Di sisi lain, Dirgayuza membeberkan amanat Presiden Prabowo. Kepala Negara meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN. 

"Bu Nanik sendiri bergurau, ia tidak sabar untuk kembali bisa “mencereweti” dan “menjewer” jika ada yang menyimpang," kata Dirgayuza.

Menurut Dirgayuza, hal tersebut yang menjadi watak Nanik, bahkan ketika sedang sakit. Nanik, kata Dirgayuza, tetap memikirkan pekerjaan, Presiden Prabowo, rakyat, dan anak-anak Indonesia.

"Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu. Anak-anak Indonesia masih menunggu Ibu kembali—sehat, kuat, kritis dan cerewet seperti biasa," kata Dirgayuza.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Menyematkan Tanda Pangkat kepada Empat Peraih Adhi Makayasa 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Tanggapi Permintaan Maaf Hotman Paris, PWI: Kami Terima, Tapi Hukum Tetap Berlanjut
• 1 jam lalu
0
thumb
RI Tancap Gas BBM Etanol, India hingga AS Sudah Lama Mengaspal
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo Akan Lantik Wamentan Sudaryono Sebagai Kepala BGN Pengganti Nanik
• 5 jam lalu
0
thumb
Ekonom Menilai Bank Emas Perkuat Rantai Pasok dan Menjadi Pelindung Nilai dari Inflasi
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.