Ekonom Menilai Bank Emas Perkuat Rantai Pasok dan Menjadi Pelindung Nilai dari Inflasi

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai bank emas memberikan manfaat strategis bagi perekonomian melalui penguatan rantai pasok emas, peningkatan akses investasi, serta perlindungan nilai terhadap inflasi.

Bank Emas Dinilai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Bank emas berperan penting dalam perekonomian global maupun lokal antara lain dampak dari berfungsinya ekosistem emas dengan baik atau peningkatan produksi emas," ungkap Esther Sri Astuti.

Menurut Esther, kajian pemerintah pada 2025 menunjukkan keberadaan bank emas berpotensi meningkatkan nilai tambah rantai pasok emas dan mendorong produksi emas dalam negeri hingga mencapai Rp201 triliun.

Ia menambahkan perkembangan industri emas juga diperkirakan mampu menciptakan sekitar 801 ribu lapangan kerja baru serta meningkatkan jumlah uang beredar hingga Rp53 triliun melalui layanan bank emas.

Esther menyebut pembiayaan berbasis emas, pinjaman logam emas, dan pembiayaan dore secara keseluruhan berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto sebesar Rp22,9 triliun.

Selain itu, pembiayaan yang didukung emas dinilai mampu mendorong konsumsi ritel sebesar Rp22,8 triliun dan investasi usaha kecil dan menengah hingga Rp16,2 triliun.

Emas Jadi Instrumen Lindung Nilai

Esther mengatakan bank emas memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi sekaligus menjaga nilai kekayaan di tengah tekanan inflasi.

"Emas dikenal sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Bank emas memungkinkan masyarakat untuk menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk emas, yang memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan dengan mata uang fiat yang dapat terdevaluasi akibat inflasi," katanya.

Ia menilai bank emas juga berpotensi dikembangkan dalam ekosistem perbankan syariah, namun pengembangannya tetap harus memperhatikan tantangan seperti fluktuasi harga emas, biaya layanan, serta rendahnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan layanan bank emas nasional atau bullion bank yang dikelola Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS sejak diluncurkan pada 2025.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," ungkap Presiden Prabowo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Soal Bubarkan Bea Cukai, Purbaya: Sudah Dikocok Ulang
• 15 jam lalu
0
thumb
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan
• 18 jam lalu
0
thumb
Kemenkop sebut koperasi harus jadi penghubung petani hingga konsumen
• 18 jam lalu
0
thumb
Amerika Panik, Siapkan Taktik Baru Lumpuhkan China
• 16 jam lalu
0
thumb
5 Fakta Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan Tewaskan 3 Orang
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.