Tokoh NU Pandeglang Sebut Kiai Marsudi Pantas Diajukan Jadi Salah Satu Calon Ketum PBNU

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG — Di tengah tantangan besar yang dihadapi Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga independensi organisasi dari tarik-menarik kepentingan politik dan ekonomi, sosok pemimpin yang mampu menjaga marwah jam'iyah sekaligus menjadi jembatan antara umat dan negara dinilai semakin dibutuhkan.

Dalam konteks itu, Dr KH Marsudi Syuhud disebut sebagai salah satu figur yang layak dicalonkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode mendatang.

Baca Juga
  • Mengapa Kita Harus Percaya Adanya Allah SWT? Alquran Ungkap 5 Alasan yang Masuk Akal
  • Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
  • 7 Ragam Cara Mengobati Kesedihan yang Diabadikan dalam Alquran

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pandeglang periode 2024–2029, Dr Enci Zarkasih, saat menyoroti dinamika politik nasional dan tantangan yang dihadapi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Menurut tokoh NU Banten yang akrab disapa Abah Enci itu, NU harus kembali meneguhkan posisinya sebagai kekuatan moral bangsa, bukan menjadi alat kepentingan politik praktis.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Akhir-akhir ini NU menghadapi tantangan yang tidak ringan untuk tetap menjaga independensinya di tengah kuatnya tarikan kepentingan kekuasaan dan ekonomi. Banyak tokoh yang tergoda masuk terlalu jauh ke dalam kontestasi politik, sehingga fungsi dakwah dan pembinaan umat berpotensi terpinggirkan,” kata dia, kepada media di Pandeglang, Selasa (21/7/2026). 

Dia menegaskan bahwa kekuatan utama NU selama ini justru terletak pada independensi moralnya.

Dengan posisi tersebut, NU dapat berperan sebagai penyeimbang yang mampu mendukung kebijakan pemerintah yang membawa kemaslahatan, sekaligus mengingatkan ketika terjadi penyimpangan.

“NU bukan alat kekuasaan. NU adalah penjaga nilai, etika, dan integritas kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, para pemimpin organisasi yang terlalu terseret kepentingan politik harus kembali kepada khitthah perjuangan NU,” katanya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hadir Perdana di Indonesia, SaloneSatellite Permanent Collection akan Tampil di IDD PIK2 September 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Curhat Messi Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026, Ungkap Luka yang Sulit Sembuh
• 21 jam lalu
0
thumb
Satu Perusahaan Trvael Dihentikan Operasionalnya Oleh Pemkab Sumedang
• 12 jam lalu
0
thumb
Gubernur Bobby Sambut Gubernur se-Sumatera Bahas Penguatan Investasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Dalam Taklimatnya, Presiden Prabowo Sampaikan Pentingnya Digitalisasi Pemerintah
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.