Kebakaran Hanguskan 48 Hektar Lahan Perbukitan di Buleleng

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS — Kebakaran lahan di kawasan hutan lindung dan hutan produksi seluas 48 hektar, di Kelompok Hutan Bali Barat Register Tata Kelola 19, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil dipadamkan. Penyebab api hingga kini masih dalam penelusuran oleh pihak terkait.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusdalops Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali, I Wayan Suryawan, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Utara, tidak ditemukan lagi titik api maupun asap sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

Sebelumnya, api terlihat sejak Kamis (16/7/2026) pukul 16.00 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan permukiman akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Luas area terdampak diperkirakan 48,6 hektar (ha). Terdiri atas 28,21 ha di kawasan hutan produksi dan 20,39 ha hutan lindung berdasarkan citra satelit Copernicus 18 Juli 2026,” kata Suryawan saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).

Upaya pemadaman melibatkan Polisi Hutan KPH Bali Utara bersama tim gabungan. Personel BPBD Bali turut bergabung dalam upaya penanganan, sekaligus melaksanakan pemantauan udara menggunakan drone untuk mendukung asesmen kondisi dan dokumentasi area terdampak.

Untuk proses penanganan terkendala oleh akses menuju medan yang berada di perbukitan terjal. Hingga kini pemantauan berkala masih dilalukan sebagai antisipasi munculnya bara api.

Sementara itu, dari keterangan pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi Buleleng tetapi juga beberapa daerah lainnya di Tanah Air.

Baca JugaKebakaran TPA Jatiwaringin Meluas 15 Hektar, Helikopter Pemadam Dikerahkan

Di Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Klaten dengan luas area terdampak 3,5 ha. Hasil asesmen penyebab kebakaran akibat pembersihan lahan sehingga api tidak terkontrol dan meluas di Petak 98 E Perhutani Cawas Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Wonogiri, Senin, (20/7/2026) pukul 11.30 WIB. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Kebakaran serupa juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran menghanguskan sekitar 2 ha lahan di Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar, pada Jumat (17/7/2026) dan berhasil dipadamkan pada Senin (20/7/2026) pukul 20.10 WIB.

Di Kalimantan Selatan, karhutla terjadi di dua wilayah, yakni Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan, Senin (20/7/2026). Kebakaran di Tapin menghanguskan 3,1 ha lahan berupa semak belukar di Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang; Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat; dan Kelurahan Bungur di Kecamatan Bungur.

Sedangkan di Hulu Sungai Selatan, karhutla terjadi di Desa Baluti, Kecamatan Kandangan dan Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,33 ha. Kebakaran di kedua wilayah itu berhasil ditangani dan api dipastikan padam.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026), pukul 12.20 Wita. Luas area terdampak mencapai 2 ha. Tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api sehingga tidak terjadi perluasan area terdampak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari, mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG, dalam dua-tiga hari ke depan, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sumatera bagian timur masih didominasi cuaca cerah hingga berawan.

Baca JugaKebakaran Lahan Gambut Sebelum Puncak Kemarau, Alarm Bahaya di Tahun El Nino

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami hari tanpa hujan berturut-turut. Di sisi lain, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk terus meningkatkan patroli terpadu di kawasan rawan karhutla, mengoptimalkan deteksi dini titik panas, serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun lahan yang mudah terbakar. Apabila menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD, kementerian, lembaga, serta unsur terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan upaya penanganan bencana berjalan optimal guna melindungi keselamatan masyarakat,” katanya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan, Kemenag-Bakom Sinergi Diseminasi Program Revitalisasi Madrasah
• 22 jam lalu
0
thumb
Ciputra Life Sebut KPR 40 Tahun Berpotensi Dongkrak Asuransi Jiwa Kredit
• 5 jam lalu
0
thumb
Ini Sosok Faiq Penjual Kambing Asal Batu yang Viral Mirip Visualisasi Isa Almasih
• 6 jam lalu
0
thumb
Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah Bakal Diputuskan Dalam 1-2 Hari ke Depan
• 3 jam lalu
0
thumb
Lionel Messi: Luka Ini Sulit Sembuh, tapi Saya Bangga dengan Argentina
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.