Batu: Sosok Faiq, penjual kambing asal Jalan Abdul Gani Gang II, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Pria berusia 38 tahun itu menjadi bahan perbincangan warganet setelah video singkat yang diunggah melalui akun Instagram @bangfaiq_batu menyedot perhatian publik.
Viralnya sosok Faiq berawal dari video berdurasi 29 detik yang menampilkan aktivitasnya memberi makan dan merawat kambing. Video itu ramai diperbincangkan karena banyak warganet menilai penampilannya menyerupai visualisasi Isa Almasih yang kerap digambarkan dalam berbagai karya seni dan ilustrasi.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial, termasuk TikTok. Dalam hitungan hari, akun Instagram dan TikTok milik Faiq dibanjiri ribuan pengikut baru, sementara kolom komentarnya dipenuhi puluhan ribu respons dari warganet yang penasaran dengan sosok pria asal Kota Batu tersebut.
Di tengah ramainya perbincangan itu, Faiq akhirnya memberikan penjelasan mengenai tujuan dibuatnya akun media sosial tersebut. Ia menegaskan akun itu sama sekali bukan dibuat untuk mengejar popularitas, melainkan sebagai media menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
"Ya kalau maksud dan tujuan itu memang awalnya ya insyaallah ini akun dibuat insyaallah untuk sarana dakwah," kata Faiq saat ditemui, Minggu, 19 Juli 2026.
Pria kelahiran Kota Batu, 2 April 1988, itu mengungkapkan akun Instagram tersebut baru dibuat beberapa hari sebelum videonya viral. Ia pun mengaku tidak menyangka unggahan pertamanya langsung menarik perhatian publik dalam jumlah besar.
"Ya baru-baru, baru kan baru pertama kali upload hari Jumat kemarin ya, memang, ya memang itu baru buka, memang baru buka akun," ujar Faiq.
Baca Juga :
Viral Sekelompok Anak Adang Pemotor yang Terobos Trotoar Daan Mogot
Faiq mengatakan konten yang akan diunggah selanjutnya akan berfokus pada ajakan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Menurutnya, dirinya bukan seorang ustaz sehingga tidak memiliki kapasitas untuk menggurui orang lain.
"Ya kan saya kan posisi saya kan bukan ustaz ya. Jadi cuman untuk saling mengingatkan saja, bukan untuk menasihati, memang untuk saling mengingatkan ya. Ya salah satu haknya kita sebagai sesama muslim itu kan saling menasihati," beber Faiq.
Profesi Penjual Kambing Warisan AyahIa menjelaskan video yang memperlihatkan aktivitasnya di kandang kambing sebenarnya dibuat karena banyak orang bertanya mengenai pekerjaannya. Faiq mengatakan ia hanya ingin memperkenalkan profesinya sebagai penjual kambing, tanpa pernah membayangkan video tersebut akan menjadi viral.
"Ya karena banyak yang tanya gitu ya, banyak yang tanya maksudnya kerjaannya apa gitu kan, kok saya di kandang gitu kan. Ya makanya saya jelasin memang kerjaannya memang jual kambing, karena ada pertanyaan-pertanyaan, ya saya ceritakan memang kerjaannya itu jualan kambing. Awalnya ya memang nggak ada niatan untuk itu ya, orang saya juga nggak nyangka bakalan seramai ini ya," ungkapnya.
Faiq mengaku telah lama menggeluti usaha jual beli kambing yang diwariskan ayahnya. Ia menegaskan dirinya bukan peternak, melainkan pedagang yang membeli kambing dari pasar untuk kemudian dijual kembali kepada pelanggan.
"Lumayan lama kalau dagang kambing. Lumayan lama, memang, memang kerjaan utama sehari-hari memang jualan kambing. Ini kan seperti saya cerita di konten sebelumnya itu kan, ini sebenarnya usaha peninggalan Ayah," kata Faiq.
Ia menjelaskan pembeli dapat membeli kambing dalam kondisi hidup maupun meminta penyembelihan sesuai kebutuhan. Saat ini, jumlah kambing yang berada di kandangnya sekitar delapan ekor dan terus berubah mengikuti aktivitas jual beli.
"Iya, saya beli ke pasar kalau ada yang minta dipotongkan ya dipotong, kalau mau ada yang beli hidup ya saya jual hidup, begitu," ucap Faiq.
Di balik popularitas yang datang secara tiba-tiba, Faiq berharap masyarakat lebih memperhatikan pesan yang ingin disampaikannya dibandingkan sekadar penampilannya. Ia ingin media sosial menjadi ruang untuk mengajak umat Islam semakin mencintai agamanya dan menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
"Pesan yang disampaikan ya harapannya umat Islam itu lebih peduli terhadap agamanya, lebih merasakan bahwa kita sebagai orang Islam itu mendapat nikmat yang luar biasa yaitu nikmat hidayah. Nikmat hidayah itu yang harus kita syukuri tiap hari dan kita wujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari," tutur Faiq.





Komentar (0)