Puluhan Ribu Pelanggan Terdampak Pasokan Air Bersih, PAM Jaya Beri Kompensasi

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan ribu pelanggan PAM Jaya berpotensi terdampak perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang saat ini dilakukan oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP). Meski begitu, BUMD Jakarta itu memastikan pelanggan yang terdampak akan tetap memperoleh akses air melalui berbagai langkah mitigasi.

Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan perawatan IPA Hutan Kota merupakan langkah penting untuk menjaga keandalan layanan air minum perpipaan dalam jangka panjang. Namun, pihaknya akan tetap mengutamakan kenyamanan pelanggan selama pekerjaan perawatan berlangsung.

Baca Juga
  • Perawatan IPA Hutan Kota, 55 Ribu Pelanggan PAM Jaya Terdampak
  • Banyak Galian di Jalan, PAM Jaya Minta Maaf ke Warga Jakarta
  • Sambut HUT Jakarta, PAM Jaya Gelar Khitanan Massal di Enam Wilayah

"Selama proses tersebut, kami memastikan pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik melalui penyediaan mobil tangki gratis, serta pemberian kompensasi bagi pelanggan terdampak," kata Syahrul melalui keterangan pers di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Dia menyebutkan, PAM Jaya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi. Salah satunya adalah dengan menyiagakan mobil tangki air secara gratis di wilayah yang mengalami gangguan layanan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga distribusi air kembali normal.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

PAM Jaya juga telah memasang tandon-tandon kapasitas 5.000 liter dan 1.000 liter untuk menampung air sementara di beberapa titik di lokasi yang terdampak. Tak hanya itu, PAM Jaya juga memberikan kompensasi khusus bagi pelanggan penerima Kartu Air Sehat yang terdampak berupa pengurangan tagihan air pada bulan berjalan sebesar maksimal Rp 50 ribu.

"Kami berharap langkah-langkah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan PAM Jaya," ujar Syahrul.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Protes Sejumlah Kebijakan FIFA, Presiden UEFA Absen di Final Piala Dunia 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
Menggagas Titik Temu Riset Menjadi Kebijakan di Sulawesi
• 7 jam lalu
0
thumb
Deretan Permintaan Maaf Hotman Paris usai Polemik Pernyataannya di Kasus Febrie
• 4 jam lalu
0
thumb
Asosiasi Pesepeda Profesional Kritik Tes Doping Tengah Malam di Tour de France 2026
• 3 jam lalu
0
thumb
Nekat Antar Peter CS ke Belanda, Risa Saraswati Malah Dengar Permintaan Tak Terduga
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.