Jakarta (ANTARA) - Musala dan lapangan dijadikan tempat aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Orang tua siswa, Evi Afrida di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta, Selasa, mengatakan, saat siang hari pada beberapa kesempatan lapangan dan musala digunakan untuk kegiatan belajar siswa
Sebelumnya tak ada kecurigaan dari orang tua siswa terkait robohnya sekolah tersebut. "Enggak ada, karena bangunan lama. Enggak ada curiga, cuman ada perbaikan-perbaikan kecil aja sih. Belum renovasi total. Terakhir kan renov cuman genteng sama pake baja ringan," kata Evi.
Besar harapan orang tua agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan orang tua tak merasa resah. Terlebih, mereka mempertanyakan mengapa rencana renovasi begitu lama.
"Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukannya renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya," katanya.
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan roboh saat Pilkada DKI Jakarta pada 27 November 2024 berlangsung.
Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi terdampak.
Saat itu terjadi hujan deras turun di sore hari hingga gedung sekolah itu perlahan roboh. Dari kejadian tersebut memang tak ditemukan korban jiwa. Namun, orang tua tentu merasa resah jika gedung itu semakin ambruk hingga membahayakan banyak orang.
Sejak itu, orang tua terus meminta kejelasan kepada pihak sekolah, namun belum ada kepastian hingga kini.
Dia berharap Pemerintah Provinsi DKI membantu sekolah agar bisa dibangun kembali menjadi lebih baik dan nyaman bagi para siswa. Terlebih, kegiatan mengaji menjadi tertunda karena peristiwa tersebut.
Baca juga: Kesaksian orang tua soal robohnya SDN Kebayoran Lama 09 saat Pilkada
Baca juga: Pemprov DKI segera tangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh
Baca juga: Empat kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi roboh selama dua tahun
Orang tua siswa, Evi Afrida di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta, Selasa, mengatakan, saat siang hari pada beberapa kesempatan lapangan dan musala digunakan untuk kegiatan belajar siswa
Sebelumnya tak ada kecurigaan dari orang tua siswa terkait robohnya sekolah tersebut. "Enggak ada, karena bangunan lama. Enggak ada curiga, cuman ada perbaikan-perbaikan kecil aja sih. Belum renovasi total. Terakhir kan renov cuman genteng sama pake baja ringan," kata Evi.
Besar harapan orang tua agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan orang tua tak merasa resah. Terlebih, mereka mempertanyakan mengapa rencana renovasi begitu lama.
"Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukannya renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya," katanya.
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan roboh saat Pilkada DKI Jakarta pada 27 November 2024 berlangsung.
Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi terdampak.
Saat itu terjadi hujan deras turun di sore hari hingga gedung sekolah itu perlahan roboh. Dari kejadian tersebut memang tak ditemukan korban jiwa. Namun, orang tua tentu merasa resah jika gedung itu semakin ambruk hingga membahayakan banyak orang.
Sejak itu, orang tua terus meminta kejelasan kepada pihak sekolah, namun belum ada kepastian hingga kini.
Dia berharap Pemerintah Provinsi DKI membantu sekolah agar bisa dibangun kembali menjadi lebih baik dan nyaman bagi para siswa. Terlebih, kegiatan mengaji menjadi tertunda karena peristiwa tersebut.
Baca juga: Kesaksian orang tua soal robohnya SDN Kebayoran Lama 09 saat Pilkada
Baca juga: Pemprov DKI segera tangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh
Baca juga: Empat kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi roboh selama dua tahun






Komentar (0)