Sejumlah Pesan Prabowo di Rapat Kabinet

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7) sore. Sidang tersebut digelar untuk mengevaluasi kinerja pemerintah menjelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo.

Prabowo mengatakan, Sidang Kabinet Paripurna digelar pada pertengahan 2026 menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

"Sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun kerja itu," kata Prabowo mengawali sambutannya.

Prabowo mengatakan, kurang dari tiga bulan lagi pemerintahannya akan memasuki usia dua tahun sejak dirinya dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024.

"Tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan. Dan saudara-saudara, saya kira tidak hanya saudara-saudara tapi saya sendiri, di tahun-tahun ini menjelang kita 2 tahun kita telah bekerja dengan sangat keras dan sangat padat dan sangat cepat," ujarnya.

Prabowo menilai, intensitas kerja yang tinggi terkadang membuat pemerintah tidak sepenuhnya menyadari berbagai capaian yang telah diraih selama hampir dua tahun pemerintahannya.

"Kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita. Karena kita menghadapi masalah yang sangat besar. Kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan dan juga kita menghadapi kenyataan-kenyataan pahit yang harus kita akui merupakan tantangan kita bersama," paparnya.

Berikut rangkuman pesan Prabowo dalam rapat kabinet tersebut:

Akui Gaji Guru-Lapangan Kerja Kurang

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi Indonesia, mulai dari rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, hingga kemiskinan ekstrem dan ketimpangan sosial. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut merupakan amanah yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

"Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang. Kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang. Kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem Kita paham ini semua masalah kita paham, kita mengerti, justru ini yang kita pilih diberi mandat untuk kita selesaikan,” kata Prabowo.

Lebih jauh, Ketum Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah juga menyadari masih adanya ketimpangan di tengah masyarakat. Namun, ia mengaku baru mengetahui besarnya tantangan yang dihadapi setelah resmi menjalankan pemerintahan.

“Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita. Tapi terus terang saja saya katakan di mana-mana, Saya sendiri sebagai presiden sebagai yang diberi mandat bersama saudara Wakil Presiden kita disumpah saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa, beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita,” paparnya.

Diserang karena MBG, tapi Ribuan T Menguap Tak Ada Pakar Protes

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa, ibu hamil, dan lansia.

Ia membandingkan kritik tersebut dengan kekayaan negara yang menurutnya telah hilang selama bertahun-tahun tanpa mendapat perhatian serupa.

"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo.

"Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar tidak makan ke sekolah, kita dituduh pemborosan," tambah dia.

Prabowo juga menyinggung anggapan program MBG dapat membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Namun, ia meyakini kebijakan pemerintahannya sejalan dengan pemikiran ekonomi dan politik yang disusun para pendiri bangsa.

"Kita dibilang ekonomi mau collapse, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros. Saudara-saudara, saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, saya punya keyakinan bahwa itu masuk akal, benar. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari perjuangan lama," kata dia.

Prabowo menegaskan, pemerintahannya akan terus menjalankan program MBG. Menurutnya, kemampuan suatu negara menyediakan pangan bagi rakyat merupakan hal mendasar.

Gaji Hakim Naik 300%

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah telah menaikkan gaji hakim hingga hampir 300 persen sebagai upaya memperkuat kesejahteraan sekaligus menjaga integritas lembaga peradilan.

Prabowo mengatakan kenaikan gaji tersebut diberikan setelah selama 12 tahun para hakim tidak menerima penyesuaian penghasilan.

"Gaji hakim yang telah 12 tahun tidak naik kita telah naikkan. Untuk beberapa jenjang naiknya hampir 300 persen, 280 persen," kata Prabowo.

Ia mengungkapkan, Ketua Mahkamah Agung melaporkan kepadanya bahwa gaji Ketua Mahkamah Agung Indonesia kini telah melampaui gaji Ketua Mahkamah Agung Singapura.

"Sudah saya umumkan kemarin, Ketua Mahkamah Agung melapor ke saya bahwa Ketua Mahkamah Agung Singapura cerita kepada dia, Ketua Mahkamah Agung Indonesia, bahwa gaji Ketua Mahkamah Agung Indonesia sudah di atas Ketua Mahkamah Agung Singapura," ujarnya.

Selain itu, Prabowo menyebut gaji hakim tingkat paling junior di Indonesia kini juga telah lebih tinggi dibandingkan hakim junior di Malaysia.

Prabowo Akui Ada Oknum Cari Kekayaan Pribadi

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin karena masih ada pihak yang berusaha meraup keuntungan pribadi dari program yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan menindak setiap penyimpangan tanpa tebang pilih, tetap mengedepankan langkah yang terukur.

"Kita sedih ada oknum-oknum, pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan dari suatu pekerjaan atau suatu usaha yang begitu besar, begitu mulia. Tapi apa boleh buat, dengan sedih kita perbaiki," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran tanpa membedakan siapa pun yang terlibat.

"Sekali lagi berkali-kali saya bilang bahwa percayalah kita tidak akan pilih kasih, tebang pilih," tegasnya.

Meski demikian, Prabowo menilai penegakan hukum dan pembenahan birokrasi harus dilakukan secara bijaksana agar tidak justru merusak sistem yang sedang dibangun.

PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Digitalisasi Pendidikan RI

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia baru saja menerima kabar mengenai penghargaan internasional dari PBB atas digitalisasi pendidikan.

"Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. Memberi penghargaan tertinggi dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan," ucapnya.

Menurut Prabowo, penghargaan tersebut berkaitan dengan aplikasi pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan telah digunakan oleh jutaan pengguna.

"Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan Mendikdasmen telah digunakan 6,9 juta pengguna, membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, saudara-saudara," katanya.

Pertanyakan Patriotisme Pihak yang Ramal RI Kolaps

Presiden Prabowo Subianto menanggapi prediksi sejumlah pihak yang menyebut Indonesia akan mengalami kolaps. Menurutnya, prediksi tersebut tidak terbukti dan kondisi Indonesia justru semakin kuat.

"Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps... Ternyata semakin hari semakin kuat. Makin hari semakin kuat," kata Prabowo.

Dia pun meragukan patriotisme pihak yang meragukan kemajuan Indonesia.

"Saya tidak paham benar-benar. Selalu meramalkan kolaps, yang... yang gak bagus gitu loh, ya kan? Jadi sebetulnya itu bukan ramalan, menurut saya itu doa dia. Doa dia bahwa Indonesia kolaps, doa dia bahwa Indonesia terus miskin. Sehingga saya benar-benar meragukan di mana patriotisme dia. Di mana cinta tanah air dia," katanya.

Masa Depan Bangsa Ditentukan Kualitas Anak-anak dan Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak, yang harus didukung melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, serta percepatan digitalisasi sekolah di seluruh Tanah Air.

"Saudara-saudara, kita paham dan mengerti bahwa masa depan kita akan ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik, kesehatan, tapi juga fasilitas pendidikan," kata Prabowo.

Ia menyebut Indonesia menghadapi tantangan besar karena memiliki lebih dari 188 ribu sekolah yang harus mendapatkan layanan pendidikan secara merata.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, lanjut Prabowo, adalah mempercepat digitalisasi pendidikan melalui distribusi panel pintar (smart digital panel) ke sekolah-sekolah.

"Kita sudah membagi IFP di seluruh sekolah Indonesia. Satu sekolah tahun lalu sudah kita bagikan, tahun ini tiga per sekolah. Saya harapkan akan sudah tersampaikan kurang lebih tambahan 700.000 panel pintar di seluruh sekolah Indonesia pada Desember 2026 atau semester pertama 2027," ujarnya.

Dengan penyediaan perangkat tersebut, Prabowo berharap seluruh guru dan siswa di Indonesia dapat mengakses materi pembelajaran terbaik secara merata.

"Artinya anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pria di Tangerang Tusuk Teman Pakai Pisau, Motor-HP Korban Dibawa Kabur
• 1 jam lalu
0
thumb
Lita Gading Emosi Lihat Permintaan Maaf Mala Agatha dkk Usai Ubah Lagu Anisa Bahar Jadi Tak Senonoh: Hijab Bukan untuk Main-main!
• 7 jam lalu
0
thumb
Pramono: 5 Hari Naik MRT, LRT, dan TransJ Cuma Rp 1 Saat HUT 5 Abad Jakarta
• 4 jam lalu
0
thumb
Kejagung Pastikan 9 Jaksa Khusus Mulai Bertugas, Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 17 jam lalu
0
thumb
Trump Tegaskan Netanyahu tidak Akan Ditangkap di New York setelah Komentar Wali Kota Mamdani
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.