Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau seluruh pendakiran agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan mematuhi aturan pendakian, khusunya pengunaan api di kawasan gunung untuk mencegah kebakaran hutan.
Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan imbauan tersebut disampaikan sebagai respons atas kondisi vegetasi di sejumlah jalur pendakian yang mulai mengering dan berpotensi memicu kebakaran hutan.
Berdasarkan hasil pembatauan, di Gunung Sumbing, tinggi vegetasi yang biasanya lebat mulai mengering dan berstatus sangat rentan terhadap kebakaran. Terutama pada jalur pendakian di atas Pos 4, yang saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda kekeringan ekstrim. Kondisi serupa berpotensi terjadi di jalur-jalur gunung lain, sehingga diperlukan kewasapadaan dari seluruh pendaki.
"Apabila dalam kondisi darurat pendaki terpaksa menggunakan api, penggunaannya harus benar-benar diperhatikan. Setelah selesai digunakan, api harus dipastikan benar-benar padam. Bara api sekecil apapun dapat memicu kebakaran hutan yang berdampak luas," ujarnya.
Peran Pengelola Basecamp dan Koordinasi PencegahanPengelola basecamp memegang peran penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan para pendaki selama musim kemarau. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan koordinasi secara intensif dengan pengelola basecamp di gunung-gunung populer seperti Gunung Prau, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing.
Kerja sama ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pendaki serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan dengan baik sebeleum melakukan pendakian.
Persiapan Pendaki untuk Menghadapi Musim KemarauPendaki harus melakukan persiapan matang sebelum melakukan perjalanan di musim kemarau. Salah satu persiapan penting adalah membawa pakaian hangat yang memadai. Meskipun berada di musim kemarau, suhu di puncak gunung tetap cenderung dingin.
Meskipun musim kemarau menyuguhkan pemandangan pegunungan yang Indah, hampir seluruh vegetasi seperti ilalang dan semak belukar dalam kondisi kering. Situasi tersebut menyebabkan kawasan pegunungan menjadi sangat rentan kebakaran hutan apabila terdapat seumber api yang tidak terkendali.
Totok mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani dan pengelola basecamp pendakian untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan melalui pengawasan, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran para pendaki.
Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak mendaki agar mematuhi seluruh aturan yang berlaku di setiap basecamp, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau.






Komentar (0)