Telkom Perkuat Konektivitas Digital Indonesia-Singapura lewat Kabel Laut NCC

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), bersama BW Digital serta dukungan Nongsa Digital Park (NDP), berhasil melakukan pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di NDP, Batam, pada Senin (20/7).

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia dengan kawasan regional, sekaligus mendukung pengembangan kapabilitas infrastruktur digital yang semakin andal dan berdaya saing.

Prosesi pendaratan kabel NCC dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan.

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, serta Jajaran Direksi Telkom, Telin, BW Digital dan Nongsa Digital Park juga turut hadir dalam acara ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyampaikan transformasi digital Indonesia perlu didukung oleh infrastruktur nyata dan konektivitas yang semakin kuat. Menurutnya, NCC menjadi fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia.

“Kehadiran NCC diharapkan dapat memperkuat posisi strategis kedua negara dalam ekosistem dan rantai nilai digital global, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya investasi, inovasi, dan aktivitas ekonomi baru berbasis teknologi,” ujarnya.

Momentum pendaratan kabel ini juga menandai progres signifikan dalam pembangunan NCC menuju kesiapan operasional. NCC merupakan salah satu dari dua kabel bawah laut Batam–Singapura yang dikembangkan TelkomGroup, bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA), untuk memperkuat konektivitas digital antara Indonesia dan Singapura.

Sebagai bagian dari ekosistem Indonesia Cable Express (ICE), NCC juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro mengatakan investasi strategis seperti NCC menjadi penting karena penguatan kedaulatan dan infrastruktur digital dapat menjadi katalis bagi inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri.

“Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menciptakan multiplier effect ekonomi dengan mendorong tumbuhnya berbagai industri di Batam dan Indonesia secara keseluruhan, yang pada akhirnya turut memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional,” ucapnya.

Tingkatkan Konektivitas & Ekosistem Digital Global

Dengan panjang sekitar 50 kilometer dan kapasitas 24 fiber pairs, NCC dibangun untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi dan berlatensi rendah yang semakin meningkat, seiring pesatnya perkembangan layanan cloud, hyperscaler, kecerdasan artifisial (AI), serta interkoneksi data center di Asia Tenggara.

Keberhasilan proses pendaratan NCC di titik labuh paling strategis di Batam, merepresentasikan dukungan nyata pemerintah Indonesia dalam membuka koridor digital baru untuk memperkuat ketahanan jaringan, memperluas keberagaman jalur konektivitas, sekaligus meningkatkan skalabilitas jaringan digital antara Indonesia dan Singapura.

Lebih dari sekadar meningkatkan konektivitas regional, infrastruktur NCC diharapkan mampu mendorong percepatan pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui peningkatan investasi infrastruktur digital, pengembangan pusat data berstandar global, serta penciptaan peluang baru bagi pelaku industri digital.

Proyek ini turut mengukuhkan posisi Batam sebagai gerbang digital strategis Indonesia yang menghubungkan ekosistem digital nasional dengan pasar regional dan global.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan melalui pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, TelkomGroup berkomitmen memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional.

NCC, paparnya, menjadi wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang semakin terhubung dan berdaya saing.

“Infrastruktur strategis ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan ketahanan digital Indonesia, tetapi juga memberikan keberagaman jalur dan konektivitas yang semakin kuat bagi Singapura sebagai hub digital regional, sehingga menciptakan manfaat bagi kedua negara,” tuturnya.

Senada, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menilai NCC sebagai bagian penting dari strategi TelkomGroup melalui Telin dalam membangun konektivitas digital internasional yang andal.

Menurutnya, NCC membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kapasitas konektivitas internasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, AI, hyperscaler, serta interkoneksi pusat data yang menjadi fondasi transformasi digital kawasan.

“Bersama pengembangan ICE berikutnya, TelkomGroup akan terus memperluas ekosistem konektivitas digital yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan global maupun pelaku industri digital di Asia Tenggara," jelas Budi.

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer BW Digital Ludovic Hutier mengatakan kolaborasi antara BW Digital dan Telin merupakan langkah strategis dalam menghadirkan infrastruktur digital kelas dunia di kawasan.

Ia menilai keberhasilan cable landing NCC mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur digital yang menjadi fondasi bagi perkembangan digital di Asia Tenggara. Bersama Telin, pihaknya membangun platform konektivitas yang siap menghadapi kebutuhan masa depan untuk mendukung meningkatnya permintaan kawasan terhadap layanan cloud, AI, dan data center.

Dengan demikian, NCC juga menjadi bagian penting dari ekosistem digital terintegrasi BW Digital yang mencakup jaringan fiber optik darat Citra Connect serta kampus pusat data NDP1 berkapasitas 144MW di Batam.

“Melalui ekosistem ini, kami menghadirkan solusi infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan dalam memperluas bisnis mereka di kawasan,” katanya.

Ya, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ICE, NCC menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan investasi digital, memperluas peluang bisnis, serta semakin memperkokoh posisi Indonesia, khususnya Batam sebagai gerbang digital strategis di kawasan Asia Tenggara.

CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan mengatakan pendaratan kabel ini bukan sekadar penyelesaian sebuah infrastruktur digital, tetapi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem digital. Di Nongsa Digital Park, pihaknya menyatukan konektivitas, pusat data, platform cloud, inovasi AI, talenta digital, serta perusahaan-perusahaan global ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Melalui kolaborasi bersama TelkomGroup, BW Digital, serta dukungan pemerintah Indonesia dan Singapura, pihaknya membangun sebuah gerbang digital yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura dan dunia. Menjadi jembatan digital yang memungkinkan Indonesia memainkan peran yang semakin besar dalam ekonomi digital global.

“NDP kini secara resmi menjadi titik tujuan baru untuk kabel serat optik bawah laut domestik dan internasional, dan kami berharap dapat menyambut lebih banyak lagi di masa mendatang," imbuhnya.

Pencapaian pendaratan kabel NCC menjadi landasan penting untuk kolaborasi yang lebih luas dalam membangun ekosistem digital regional yang semakin terhubung. Dengan memperkuat sinergi bersama para mitra strategis, Telkom, Telin dan BW Digital akan terus menghadirkan solusi dan kapabilitas digital yang mendukung terciptanya peluang pertumbuhan baru di tengah percepatan transformasi digital global.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ikuti Kejagung, Polri Sebut Status Tersangka Febri Hanya Kasus Asabri
• 20 jam lalu
0
thumb
Purbaya Ungkap Pusat Finansial Internasional di Bali Punya Pengadilan Khusus
• 8 jam lalu
0
thumb
IHSG Ditutup Naik ke Level 6.231, Saham BBCA, BUMI, TPIA, BBRI Diburu Investor
• 19 jam lalu
0
thumb
Pergerakan IHSG Diprediksi Relatif Terbatas, Begini Analisa Saham AMMN-NCKL
• 16 jam lalu
0
thumb
RUU PFII Disahkan Jadi UU, Purbaya: Lompatan Strategis Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.