Ford Tarik 380 Ribu Unit SUV akibat Masalah Bangku Baris Kedua

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Ford, produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS), kembali memperluas kampanye penarikan kembali (recall) terhadap 387.911 unit SUV, menyusul ditemukannya masalah pada mekanisme bangku baris kedua.

Laporan CarsCoops pada Senin (20/7/2026) waktu setempat yang dikutip Antara menyebutkan bahwa penarikan terbaru ini mencakup Ford Explorer model tahun 2020-2026 dan Lincoln Aviator model tahun 2020-2027 yang dilengkapi fitur easy-entry pada bangku baris kedua.

Menurut penjelasan Ford, sumber masalah berada pada bingkai sakelar pengoperasian bangku. Komponen tersebut berpotensi bergeser atau terlepas akibat penggunaan normal, sehingga membuat sakelar macet atau tetap berada dalam posisi aktif.

Jika kondisi tersebut terjadi, bangku baris kedua berisiko tiba-tiba terlipat atau bergeser saat kendaraan sedang melaju, sehingga meningkatkan potensi cedera bagi penumpang, terutama apabila terjadi kecelakaan.

Kasus ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kampanye recall yang pertama kali diumumkan Ford pada Juni 2025. Saat itu, Ford meyakini penyebab masalah berasal dari pemasangan bezel sakelar yang tidak sesuai spesifikasi oleh pemasok komponen bangku. Pihak dealer kemudian diminta melakukan pemeriksaan dan mengganti komponen yang dinilai bermasalah.

Namun, evaluasi lanjutan menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan. Pada akhir April 2026, Ford menerima sejumlah laporan baru mengenai pergerakan bangku yang tidak disengaja, bahkan pada kendaraan yang diproduksi setelah periode recall sebelumnya. Perusahaan juga menemukan beberapa kasus serupa pada kendaraan yang sebenarnya telah menjalani proses perbaikan.

Hasil penyelidikan tersebut mendorong Ford untuk memperluas cakupan recall hingga mencakup seluruh kendaraan yang diproduksi sampai 24 Juni 2026, tanggal ketika desain komponen lama resmi dihentikan dari lini produksi.

Hingga pertengahan Juni 2026, Ford mencatat terdapat 14 laporan terkait pergerakan bangku yang tidak disengaja akibat cacat komponen tersebut. Delapan laporan di antaranya berasal dari kendaraan yang sebelumnya tidak termasuk dalam program recall, sementara enam laporan lainnya merupakan kendaraan yang sudah pernah menerima perbaikan pada kampanye sebelumnya.

Meski demikian, Ford menegaskan pihaknya belum menemukan adanya laporan kecelakaan maupun korban cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Perusahaan hanya menerima satu pengaduan resmi yang diajukan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Sebagai langkah penyelesaian, seluruh kendaraan yang terdampak recall akan mendapatkan penggantian bezel sakelar dengan desain baru, yang diklaim memiliki daya tahan lebih baik guna mencegah masalah serupa terulang kembali di kemudian hari.(ant/iss/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Putus Kuliah di Tengah Jalan, Kisah Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Temui Dedi Mulyadi Viral
• 7 jam lalu
0
thumb
Ramai Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
• 8 jam lalu
0
thumb
3 Hari Jelang Piala AFF 2026, John Herdman dan Timnas Indonesia Dapat Kabar Gembira dari Luke Vickery
• 2 jam lalu
0
thumb
Dolar AS Dekati Level Tertinggi Sepekan, Pasar Masih Dibayangi Perang AS-Iran
• 8 jam lalu
0
thumb
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Lombok Barat
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.