Polisi Sebut Ledakan di Medan karena Gas Bocor, PGN Sebut Tak Mendeteksi Kebocoran

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

MEDAN, KOMPAS - PT Perusahaan Gas Negara atau PGN Area Medan memeriksa lokasi ledakan di perumahan Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara. PGN menyebut tidak mendeteksi adanya kebocoran gas di lokasi ledakan. Sebelumnya, polisi menduga ledakan karena kebocoran pipa jaringan gas bumi.

"Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan tim PGN yang disaksikan pihak eksternal yang berwenang, pemeriksaan menunjukkan angka 0 PPM atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana atau gas bumi di area kejadian," kata Area Head PGN Medan Agus Kurniawan, Selasa (21/7/2026).

Menurut Agus, pascaledakan yang terjadi di sebuah rumah mewah di Grand Polonia Medan pada Senin (20/7/2026) pukul 15.30 WIB, pihaknya langsung menurunkan tim teknis untuk melakukan tindakan tanggap darurat di lokasi kejadian.

"Kami menutup penyaluran gas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian," kata Agus.

Agus menyebut, pihaknya mulai memeriksa kebocoran gas di lantai 1 dan lantai 2 rumah pada Senin malam. Tim PGN menggunakan alat pendeteksi gas bumi atau gas metana. "Pemeriksaan disaksikan pihak eksternal yang berwenang," kata Agus.

Meski demikian, kata Agus, penyebab pasti insiden ledakan tersebut tetap akan menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang. PGN berkoordinasi intensif dengan aparat dan pihak berwenang di wilayah itu guna memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

Sebelumnya, pada Senin (20/7/2026) malam, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, ledakan berasal dari rumah Nomor 3B. Rumah tersebut rusak berat. Beton cor lantai tiga rumah itu roboh menimpa penghuni dan sejumlah kendaraan.

Baca JugaLedakan di Perumahan Mewah Medan Diduga karena Gas Pipa, Empat Orang Masih Tertimbun

Calvijn mengatakan, tim dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan telah melakukan investigasi awal dengan membawa alat pendeteksi gas. Mereka menduga ada kebocoran gas di antara reruntuhan di rumah Nomor 3B tersebut.

Ledakan diduga dipicu oleh kebocoran pipa pada jaringan gas bumi di rumah tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab ledakan," kata Calvijn.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, saat ledakan terjadi, terdapat tujuh orang yang sedang berada di dalam rumah, yaitu keluarga penghuni rumah, asisten rumah tangga, sopir, dan kurir.

Empat di antaranya berhasil keluar rumah setelah ledakan terjadi, yaitu Jaevelin (2) dan Hasan yang merupakan keluarga penghuni rumah, seorang sopir, dan seorang kurir. Sementara, tiga lainnya diduga tertimbun reruntuhan rumah. Satu orang telah ditemukan meninggal tertimbun reruntuhan rumah itu.

"Kami masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan untuk mencari dua korban lain yang diduga masih tertimbun," kata Hery.

Pantauan Kompas, alat berat berupa derek dan ekskavator masih bekerja melakukan pencarian. Petugas juga menggunakan tangga mobil pemadam kebakaran untuk mengakses area lantai 3 dan memotong tiang besi di lantai tiga rumah.

Tim SAR gabungan melakukan operasi dengan sangat hati-hati karena struktur bangunan masih sangat rawan roboh. Petugas juga mulai memindahkan barang-barang rumah tangga dari reruntuhan.

Baca JugaSatu Orang Ditemukan Tewas dalam Ledakan Rumah Mewah di Medan, Dua Orang Masih Tertimbun


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Ungkap Alasan Tarif Lepas Kewarganegaraan Naik dari Jadi Rp5 Juta
• 19 jam lalu
0
thumb
RUU Satu Data Indonesia Resmi Jadi Inisiatif DPR
• 5 jam lalu
0
thumb
Transformasi Digital Sektor Hospitality Diperkuat
• 23 jam lalu
0
thumb
Beri Edukasi Soal Pemicu Asam Urat, dr. Ngabila: Jauhi BENJOL
• 23 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Penculik Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga 5 Orang
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.