Beri Edukasi Soal Pemicu Asam Urat, dr. Ngabila: Jauhi BENJOL

cumicumi.com
14 jam lalu
Cover Berita
































Tiap penyakit memang memiliki pemicu yang berbeda-beda. Sebagian berasal dari genetik, bakteri, maupun virus. Namun berbeda dengan penyakit Asam Urat. Di mana, Asam Urat murni disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Hal itu lah, yang diucapkan oleh dr. Ngabila Salama, ketika menghadiri program Weekend Sehat di acara podcast Special Interview Cumicumi.

"Kalau asam urat, kolesterol itu murni karena apa yang dia makan. You are what you eat." Jelas dr. Ngabila Salama dalam video yang diunggah di kanal Youtube Cumicumi

Melalui acara itu pula, dr. Ngabila coba memberikan edukasi kepada masyarakat. Apalagi, bagi mereka yang sudah didiagnosis mengidap Asam Urat, atau yang kerap kali merasakan nyeri di jari tangan atau kaki. Ia menegaskan, bahwa sebaiknya mereka menghindari sederet makanan yang ia sebut dengan singkatan "BENJOL".

"Biar kita enggak benjol-benjol, enggak kena asam urat di tangan dan kaki kita, hindari BENJOL."

Baca Juga: Bedah Mitos Vs Fakta di Balik Endometriosis, Ini Kata dr. Ngabila Salama

Singkatan sendiri, BENJOL mencakup Bayam, Emping, Nangka, Jeroan, Otak, dan Lemak. Keenam kelompok makanan ini disebut sebagai pemicu utama tingginya kadar purin dalam tubuh, yang berujung pada penumpukan asam urat. Dokter Ngabila menjelaskan bahwa kategori "bayam" sebenarnya mewakili sayuran hijau secara umum, termasuk kangkung, daun singkong, dan sawi.

Sementara "emping" mewakili melinjo dan sayur asam, dan "nangka" turut mewakili durian. Adapun jeroan, otak, dan lemak mencakup santan serta makanan berminyak lainnya, termasuk favorit banyak orang seperti sate kulit ayam.

"Singkatannya bayam, emping, nangka, jeroan otak, lemak. Bayam, ya. Bayam, sayuran hijau, terus udah gitu sawi, emping, melinjo, nangka, durian, jeroan, otak, lemak segala macam, dan terakhir otak-otakan dan lemak benjol itu" tuturnya

Meski begitu, dr. Ngabila menegaskan makanan-makanan tersebut tidak perlu dihindari sepenuhnya, terutama untuk sayuran seperti bayam yang tetap punya manfaat kesehatan, seperti kandungan zat besi yang baik bagi ibu hamil. Kuncinya ada di porsi dan frekuensi konsumsi.

Saksikan selengkapnya

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengamat: Kancil Tak Bisa Gratis, Belum Masuk Kategori Angkutan Massal
• 20 jam lalu
0
thumb
Pakai Nama Asli sebagai Private Investigator, Jubun: Profesionalisme Berawal dari Transparansi
• 20 jam lalu
0
thumb
Ingin Wujudkan Tangsel Nol Kasus Stunting, Tangsel Genjot Pencegahan dari Prakehamilan
• 10 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Mereda di Tengah Harapan Gencatan Senjata Iran-AS
• 52 menit lalu
0
thumb
Gerai Bertambah, Fore Coffee (FORE) Cetak Pendapatan Rp 1 Triliun di Semester I
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.