Saham Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kompak menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026).
IDXChannel – Saham Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kompak menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), melanjutkan momentum positif dalam beberapa hari terakhir.
Secara teknikal, kedua saham dinilai masih memiliki ruang kenaikan seiring terkonfirmasinya sinyal bullish.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.56 WIB, saham DEWA melesat 7,04 persen ke level Rp426 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham kontraktor tambang tersebut telah menguat 20,11 persen.
Sementara itu, saham BUMI naik 5,03 persen ke Rp167 per saham. Secara mingguan, emiten batu bara tersebut mencatatkan kenaikan 12,75 persen.
BRI Danareksa Sekuritas menilai DEWA berhasil menembus area resistance 370-390 disertai lonjakan volume transaksi, yang mengindikasikan fase bullish recovery masih berlanjut setelah terbentuk pola higher low.
"Selama harga mampu bertahan di atas area breakout tersebut, peluang melanjutkan kenaikan menuju 455-498 masih terbuka," tulis BRI Danareksa dalam riset teknikal, Selasa (21/7/2026).
Dari sisi indikator, garis moving average (MA)-20 di kisaran 334 mulai mengarah naik dan berfungsi sebagai dynamic support.
Sementara itu, MACD masih berada di area positif dengan histogram yang terus meningkat, menandakan momentum bullish tetap solid.
Peningkatan volume saat breakout juga mencerminkan kembali menguatnya akumulasi investor.
BRI Danareksa menetapkan area support DEWA di 370-390, dengan target resistance pada 455 dan 498. Batas stop loss berada di bawah level 370.
Selain didukung faktor teknikal, prospek fundamental DEWA juga membaik setelah perseroan memperoleh kontrak jasa pertambangan pertama di luar Grup BUMI.
Langkah tersebut dinilai menjadi katalis positif karena berpotensi mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pelanggan utamanya.
Analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael dalam riset awal Juli menyebut DEWA ditunjuk sebagai kontraktor utama di tambang batu bara Sebuku Sejaka Coal di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kontrak tersebut berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang hingga masa berlaku konsesi berakhir.
Proyek dengan kapasitas produksi hingga 5 juta ton batu bara per tahun itu diperkirakan memiliki nilai kontrak sekitar Rp22 triliun.
Meski memangkas target harga DEWA menjadi Rp600 per saham dari sebelumnya Rp850 per saham untuk mencerminkan premi risiko yang lebih tinggi, Bahana Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli.
Untuk BUMI, BRI Danareksa menilai saham ini telah mengonfirmasi pembalikan arah (reversal) setelah menembus area neckline di level 150, didukung terbentuknya pola rounding bottom dan pergerakan harga yang telah berada di atas MA20.
"Selama harga mampu bertahan di atas area breakout tersebut, peluang melanjutkan kenaikan menuju 167-175 masih terbuka," tulis BRI Danareksa.
Dari sisi teknikal, breakout di atas level 150 mengonfirmasi perubahan tren dari bearish menjadi bullish.
MA20 di kisaran 144 juga telah berbalik naik dan berfungsi sebagai dynamic support, sementara MACD membentuk golden cross dengan histogram positif yang terus meningkat sehingga memperkuat sinyal beli.
BRI Danareksa menetapkan area support BUMI di level 150, dengan target resistance pada 167 dan 175. Sementara, batas stop loss berada di bawah level 150. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.






Komentar (0)