JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget badan usaha milik negara atau BUMN di Indonesia jumlahnya sangat banyak.
Prabowo mengungkapkan banyaknya jumlah perusahaan tersebut karena tidak sedikit BUMN yang membuat anak perusahaan.
“Saya masuk kabinet sebelum ini, kabinetnya Presiden Joko Widodo. Saya mengikuti, tapi saya belum menguasai angka-angka. Saya sendiri anggota kabinet, saya mengira bahwa jumlah BUMN itu berkisar di antara 300 sampai 350,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (20/7/2026).
“Saya kaget waktu saya jadi presiden, saya diberi laporan BUMN itu jumlahnya 1.077 dan ini harus kita cek lagi. Ada BUMN yang bikin anak perusahaan, dia bikin lagi cucu perusahaan, dia bikin lagi cicit perusahaan."
Baca Juga: Prabowo Sebut Tengkulak Raup Margin 30-40 Persen, Koperasi Merah Putih Jadi Solusi
Menurut Kepala Negara, pemerintah melalui BPI Danantara secara aktif melakukan pemangkasan jumlah BUMN. Menurutnya, Danantara mengurangi BUMN dengan berbagai cara antara lain penutupan dan merger.
Prabowo menyebut setidaknya 250 BUMN telah dikurangi. Pada akhir 2026, ia menargetkan penutupan 700 BUMN, sehingga maksimal berjumah 350.
"Saya kira, maaf ya, mungkin Ketua DEN Pak Luhut bisa dicek, di dunia mana ada yang menutup 250 state-owned enterprise dalam satu tahun," kata Prabowo.
Prabowo menyatakan efisiensi BUMN dapat menghemat anggaran. Menurutnya, dari efisiensi 250 BUMN oleh Danantara, biaya yang bisa dihemat mencapai Rp50 triliun.
"Rp50 triliun gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini alat kerja Rp50 triliun. (Tanggal) 31 Desember saya kira penghematan bisa naik, bisa mendekati Rp70-80 triliun," kata Prabowo.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- penutupan bumn
- 250 bumn ditutup
- jumlah bumn di indonesia
- sidang kabinet paripurna






Komentar (0)